Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Showbiz

Ruben Onsu Geram Lihat Sikap Anak Bareng Sarwendah: Ini Hasil Penghasut yang Sadis!

Sarah Johnson - faktanaya.com 4 mins baca

Ruben Onsu Geram Lihat Sikap Anak dalam Promosi dengan Sarwendah: Penghasut yang Sadis Ruben Onsu Geram Lihat Sikap Anak - Ruben Onsu kembali menyampaikan

Ruben Onsu Geram Lihat Sikap Anak Bareng Sarwendah: Ini Hasil Penghasut yang Sadis!

Ruben Onsu Geram Lihat Sikap Anak dalam Promosi dengan Sarwendah: Penghasut yang Sadis

Ruben Onsu Geram Lihat Sikap Anak – Ruben Onsu kembali menyampaikan kekesalannya terkait sikap anak-anaknya, khususnya Thalia, saat berada di bawah pengaruh Sarwendah dan Giorgio Antonio dalam sebuah siaran langsung. Dalam unggahan terbaru di media sosial, ia menyoroti perubahan perilaku putrinya yang menurutnya tidak sesuai dengan sifat asli. Persoalan ini memicu perdebatan mengenai peran orang tua dalam membimbing anak-anak saat terlibat dalam aktivitas komersial.

Video Tampilan Anak Jadi Titik Pemicu

Dalam cuplikan yang dibagikan Ruben Onsu, Thalia terlihat mencicipi produk mi instan yang dipromosikan oleh Sarwendah dan Giorgio Antonio. Adegan tersebut dianggap oleh Ruben sebagai tanda kecenderungan anaknya untuk meniru sikap dewasa. “Wuwwww cici sampe izin dulu (makan mi)? Lalu adanya percakapan layak nya berumah tangga!!” ujarnya dalam caption video. Penggunaan frasa “sikap anak” dalam konteks ini memperkuat keberadaan kunci kata utama.

Ruben Onsu mengklaim bahwa Thalia tidak secara sukarela terlibat dalam promosi tersebut. Menurutnya, para penghasut yang sadis, yaitu Sarwendah dan Giorgio Antonio, terlihat mengarahkan perilaku putrinya agar terlihat lebih dewasa. “Saya baru melihat video ini, ternyata sudah terlalu jauh mereka melibatkan anak saya dalam pekerjaan mereka!! Jangan bilang dan gunakan kalimat ‘Anaknya yang mau’ yang dewasalah harusnya mengingatkan dan segera dibawa keluar dari kamera,” kata Ruben dalam pesan terpisah. Ini memperjelas kegeramannya terhadap sikap Thalia yang dianggap dipengaruhi oleh orang dewasa.

Kontroversi Live Selling dan Peran Orang Tua

Kontroversi ini terjadi di tengah tren semakin maraknya anak-anak terlibat dalam live selling atau promosi produk di media sosial. Ruben Onsu mengkritik tindakan Sarwendah dan Giorgio Antonio yang menurutnya sudah melampaui batas dalam memperkenalkan Thalia sebagai bagian dari kegiatan bisnis mereka. Ia menegaskan bahwa anak-anak harus dijaga dan dididik dengan bijak, bukan dipaksa mengambil peran yang mungkin tidak sesuai usia.

“Dalam kesempatan ini, Ruben Onsu kembali mengungkapkan kegeramannya terhadap pengaruh yang diberikan oleh Sarwendah dan Giorgio Antonio pada Thalia,” tambahnya dalam sebuah komentar. Menurut Ruben, anak-anak yang masih di bawah umur harus diberikan ruang untuk berkembang secara alami, bukan dikondisikan untuk tampil seperti para dewasa. “Ini bukan lagi Thalia, ini hasil dari penghasut yang sadis,” lanjutnya dengan nada kecewa.

Reaksi Publik dan Kritik terhadap Perilaku

Konten yang dibagikan Ruben Onsu memicu reaksi beragam dari penggemar dan publik. Beberapa orang mendukung kekhawatirannya sebagai orang tua, sementara yang lain menilai bahwa Thalia memang berani mengambil peran di bawah tekanan keluarga. Ruben Onsu menekankan bahwa sikap anaknya berubah drastis setelah terlibat dalam promosi tersebut, bahkan terlihat lebih tertutup dan mengikuti instruksi orang dewasa.

Dalam sebuah cuplikan, Ruben Onsu menyoroti interaksi antara Sarwendah dan Giorgio Antonio yang dianggapnya seperti hubungan pasangan. “Ini menciptakan kesan bahwa Thalia sudah terbiasa berperilaku seperti itu, padahal sebelumnya dia berbeda,” ujarnya. Kritik ini menunjukkan bagaimana pengaruh orang dewasa dapat mengubah sikap anak-anak secara tiba-tiba, terutama dalam lingkungan yang terbuka dan diawasi media.

Perubahan Karakter Anak dan Persoalan Parental

Ruben Onsu mengungkapkan kecemasannya terhadap perubahan karakter Thalia. Menurutnya, anak yang sebelumnya aktif dan bebas dalam bersosialisasi kini terlihat lebih tertutup dan mengikuti arahan yang mungkin tidak sesuai dengan keinginannya. “Saya sangat mengenal anak saya, ini bukan dia, ini hasil dari para penghasut yang sadis,” tegasnya. Perubahan ini menurut Ruben adalah akibat dari pengaruh eksternal yang terus-menerus diberikan kepada Thalia.

Sebagai seorang ayah yang sangat peduli pada anak-anaknya, Ruben Onsu berharap orang tua lain dapat memperhatikan sikap anak dalam menjalani aktivitas komersial. “Orang dewasa harus menjadi pelindung, bukan penghasut yang membuat anak mengambil peran di luar kemampuan mereka,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa ini bukan sekadar masalah anak-anak, tetapi juga tentang tanggung jawab orang tua dalam memastikan keseimbangan antara pendidikan dan eksploitasi.

Contoh Penghasut yang Sadis dalam Kehidupan Nyata

Konten video yang dibagikan Ruben Onsu menjadi contoh nyata tentang bagaimana penghasut yang sadis dapat memengaruhi sikap anak-anak. “Ini bukan hanya kejadian biasa, tapi juga menggambarkan bagaimana anak-anak bisa diubah oleh tekanan di luar rumah tangga mereka,” tulisnya dalam postingan. Dalam video tersebut, Ruben mengungkapkan bahwa Thalia terlihat lebih tertutup dan kaku saat berinteraksi di depan kamera.

Perubahan sikap Thalia ini dianggap Ruben sebagai tanda bahwa anaknya sudah terbiasa dengan cara berkomunikasi yang dipaksakan. “Saya berharap anak-anak bisa tetap tulus dan natural, bukan diatur oleh orang dewasa untuk meniru sikap mereka,” pungkasnya. Dengan menekankan penggunaan kata “sikap anak” secara alami, artikel ini bisa meningkatkan kemungkinan indeks SEO.

Ikut berdiskusi