Special Plan: Balas Serangan, Iran Bombardir Hanggar Pesawat dan Landasan Pacu AS di Yordania & Kuwait
Special Plan: Serangan Iran ke Fasilitas AS di Yordania & Kuwait sebagai Balasan Special Plan - Dalam rangka mengekspresikan tindakan balasan atas operasi
Special Plan: Serangan Iran ke Fasilitas AS di Yordania & Kuwait sebagai Balasan
Special Plan – Dalam rangka mengekspresikan tindakan balasan atas operasi militer AS, Iran mengungkapkan bahwa Angkatan Udara Republik Islam telah melancarkan serangan besar melalui Special Plan ke beberapa sasaran strategis di Yordania dan Kuwait. Serangan tersebut menargetkan hanggar pesawat tempur serta landasan pacu milik Amerika Serikat (AS) di Al Azraq, Yordania, dan pangkalan militer di Kuwait. Operasi ini menjadi bagian dari upaya Iran untuk membalas serangan yang terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026, yang dituduh merugikan pasukan Iran secara langsung.
Detail Operasi Nasr-2 dalam Konteks Special Plan
Operasi Nasr-2, yang merupakan gelombang ke-20 dari serangannya, diluncurkan sebagai bagian dari strategi Special Plan yang dirancang untuk memperkuat posisi Iran di Timur Tengah. Dalam pernyataan resmi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebutkan bahwa rudal dan drone yang digunakan mengenai fasilitas AS di Al Azraq dan Kuwait bertujuan menghancurkan kapasitas operasional mereka. Serangan ini juga menargetkan perangkat keras seperti radar, sistem komunikasi, dan infrastruktur logistik milik pasukan AS.
Iran menyatakan bahwa serangan AS pada Jumat malam merupakan upaya menutupi kegagalan dalam operasi sebelumnya. Tindakan balasan ini dirancang untuk mengurangi keunggulan militer AS di kawasan Timur Tengah. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa beberapa sasaran seperti rumah sakit, jembatan, dan jalur kereta api juga menjadi korban serangan AS, yang dianggap memperburuk situasi kemanusiaan.
Dalam serangan Special Plan, dua pesawat tempur Iran dan tiga pesawat AS berhasil hancur. Fasilitas lainnya, termasuk gudang amunisi dan pusat komando, juga mengalami kerusakan signifikan. Angkatan Darat Iran secara terpisah menyerang pangkalan militer di Kuwait, memperkuat pernyataan bahwa Special Plan mencakup serangan lintas wilayah dengan tujuan memutus kemampuan AS dalam operasi militer di kawasan tersebut.
Sasaran utama dalam Special Plan meliputi Camp Buehring, yang sebelumnya dikenal sebagai Camp Udairi, sebagai pusat reorganisasi tempur dan dukungan logistik AS. Serangan drone terhadap gudang amunisi di sini diharapkan mengganggu pasokan senjata dan bahan bakar untuk operasi militer AS di Timur Tengah. Selain itu, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait juga menjadi target karena berperan sebagai fasilitas koordinasi operasi udara dan basis komunikasi strategis.
Sebagai bagian dari Special Plan, Angkatan Laut Iran meluncurkan rudal jelajah darat ke Samudera India utara untuk menyerang kapal musuh. Tujuan operasi ini adalah menekan keberadaan kapal-kapal AS dan sekutunya di wilayah laut strategis. Tindakan ini menunjukkan koordinasi antararmada Iran dalam rangka memperkuat tekanan terhadap kekuatan luar yang dianggap mengancam kepentingan regional.
Analisis terkini menunjukkan bahwa Special Plan menjadi bukti komitmen Iran untuk memperluas front perang dan meningkatkan tekanan terhadap AS. Selain merusak fasilitas militer, serangan ini juga bertujuan mengubah dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah. Peristiwa ini memicu reaksi internasional, dengan beberapa negara mengapresiasi upaya Iran membalas serangan yang dianggap memperluas konflik ke wilayah lain.