Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Dunia

Prancis Tolak Spanyol Keluar dari Perjanjian Schengen, Ini Alasannya!

Sarah Johnson - faktanaya.com 2 mins baca

Prancis Tolak Spanyol Keluar dari Perjanjian Schengen dengan tegas. Situasi migrasi yang memanas di wilayah Ceuta telah memicu sejumlah negara Uni Eropa untuk

Prancis Tolak Spanyol Keluar dari Perjanjian Schengen, Ini Alasannya!

Prancis Tolak Spanyol Keluar dari Perjanjian Schengen: Alasan Tegas dari Paris

Faktanaya.com – Prancis Tolak Spanyol Keluar dari Perjanjian Schengen dengan tegas. Situasi migrasi yang memanas di wilayah Ceuta telah memicu sejumlah negara Uni Eropa untuk mengajukan permohonan penangguhan keanggotaan Spanyol dalam kawasan Schengen. Italia, Ceko, Finlandia, dan Denmark pada Jumat, 31 Juli 2026, secara bersama-sama menyerukan langkah tersebut sebagai respons terhadap gelombang besar imigran asal Maroko yang memasuki wilayah Spanyol.

Merespon perkembangan ini, Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, memberikan pernyataan yang sangat jelas. Ia menegaskan bahwa kemungkinan Spanyol keluar dari kawasan Schengen merupakan hal yang sama sekali tidak dapat diterima oleh Prancis. Posisi Paris dalam hal ini menunjukkan komitmen kuat terhadap integritas perjanjian Schengen.

“Spanyol tidak boleh keluar dari Kawasan Schengen. Itu sama sekali tidak mungkin,” ujar Nunez dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Paris.

Nunez juga menekankan bahwa hubungan bilateral antara kedua negara tersebut masih berjalan sangat baik. Kerja sama mereka tidak terpengaruh oleh situasi migrasi yang sedang berlangsung. Prancis melihat bahwa masalah migrasi di Ceuta bukanlah alasan yang valid untuk mengubah status Spanyol dalam perjanjian Schengen.

Latar Belakang Krisis Migrasi di Ceuta

Ceuta merupakan wilayah kantong milik Spanyol yang berada di pesisir utara Afrika. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Maroko. Bersama dengan Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan benua Afrika. Jalur ini sering dijadikan rute utama bagi migrasi ilegal menuju Eropa.

Dalam beberapa hari terakhir, tekanan migrasi di Ceuta mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan data dari otoritas Spanyol, diperkirakan puluhan ribu imigran telah melintasi perbatasan secara ilegal dan memasuki wilayah tersebut. Situasi ini telah memicu kekhawatiran di berbagai negara Eropa.

Prancis tetap berpegang pada prinsip bahwa solusi untuk masalah migrasi harus dicari melalui kerja sama regional, bukan dengan mengisolasi negara anggota. Prancis Tolak Spanyol Keluar dari Perjanjian karena hal tersebut dapat membuka jalan bagi negara lain untuk melakukan hal serupa di masa depan.

Langkah Prancis ini juga mencerminkan pandangan bahwa Schengen harus tetap menjadi kawasan yang terbuka dan terintegrasi. Meskipun ada tantangan migrasi, Prancis percaya bahwa Spanyol mampu mengelola situasi di Ceuta tanpa perlu keluar dari perjanjian Schengen.

Ikut berdiskusi