Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Dunia

Announced: Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Kenapa?

Betty Smith - faktanaya.com 3 mins baca

Announced: Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Alasan di Baliknya Announced - Pada 20 Juni 2026, militer Iran melaporkan kembali penutupan Selat Hormuz, jalur

Announced: Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Kenapa?

Announced: Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Alasan di Baliknya

Announced – Pada 20 Juni 2026, militer Iran melaporkan kembali penutupan Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi pintu masuk utama bagi minyak mentah dari Timur Tengah ke pasar internasional. Tindakan ini diumumkan sebagai respons terhadap pelanggaran kesepakatan perdamaian oleh Amerika Serikat (AS) dan terus-menerusnya serangan Israel di Lebanon, yang menurut Iran mengganggu kestabilan wilayah tersebut. Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan bagian dari perjanjian MoU (Memorandum of Understanding) antara Iran dan pihak-pihak terkait, kembali menjadi isu utama dalam politik luar negeri Timur Tengah.

Penyebab Penutupan Selat Hormuz

Khatam Al-Anbiya, markas utama Iran, menyatakan bahwa langkah penutupan selat tersebut diambil karena kegagalan AS dalam menjalankan klausul pertama MoU perdamaian, yaitu gencatan senjata di seluruh wilayah perang, termasuk Lebanon. Kesepakatan ini juga dianggap terganggu oleh serangan terus-menerus Israel di daerah selatan Lebanon. Dalam pernyataan resmi, Iran mengumumkan bahwa penutupan selat ini adalah tindakan balasan atas kebijakan AS yang dinilai tidak konsisten, serta sebagai bentuk tekanan terhadap Israel yang dianggap melanggar kesepakatan tersebut.

“Karena pelanggaran terbuka oleh AS terhadap komitmen yang dijanjikan dan kegagalan dalam menerapkan klausul pertama MoU untuk berhenti perang, serta sebagai balasan atas serangan Israel yang tak berhenti di Lebanon selatan, penutupan Selat Hormuz ini diumumkan,” ujar Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, seperti dikutip dari stasiun televisi nasional Iran, IRIB.

Penutupan Selat Hormuz bukanlah hal baru bagi Iran. Sebelumnya, negara tersebut telah melakukan tindakan serupa pada tahun 2019, yang memicu kekhawatiran global terhadap pasokan minyak dan stabilitas ekonomi. Dalam pengumuman terbaru, Iran mengatakan bahwa langkah ini akan berlangsung hingga pihak AS dan Israel memenuhi kewajiban dalam perjanjian. Pernyataan ini dianggap sebagai bentuk tekanan politik terhadap negara-negara yang dianggap mendukung serangan Israel di Lebanon.

Strategi Iran dalam Perdagangan Global

Announced – Selat Hormuz berperan krusial dalam menjaga alur perdagangan global, terutama minyak mentah yang sekitar 20 persen dari total pasokan dunia melewati daerah ini. Penutupan selat ini berdampak signifikan pada harga minyak, distribusi energi, dan keberlanjutan rantai pasok. Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa mereka akan memaksa negara-negara yang bergantung pada minyak dari Timur Tengah untuk berpikir ulang dalam dukungan terhadap AS dan Israel.

Pengumuman penutupan Selat Hormuz juga sekaligus menjadi langkah persuasif dalam upaya Iran memperkuat posisi diplomatisnya. Pihak berwenang Iran mengingatkan bahwa jika AS tidak mengambil langkah konkret untuk menjaga ketenangan di wilayah perang, tindakan penutupan ini akan terus berlanjut. Selain itu, Iran menekankan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari perjanjian perdamaian yang diumumkan pada tahun 2023, sebagai bentuk kepatuhan terhadap komitmen yang telah dijanjikan.

Dampak pada Ekonomi Dunia

Announced – Penutupan Selat Hormuz memicu reaksi cepat dari berbagai negara dan organisasi internasional. OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) menyatakan bahwa langkah ini dapat mengganggu kestabilan harga minyak dan memperburuk inflasi di negara-negara pengimpor. Dengan penutupan selat tersebut, alur pasokan minyak ke Eropa, Asia, dan Amerika Utara akan terganggu, sehingga memperkuat tekanan pada harga bahan bakar yang sebelumnya sudah terkena kenaikan tajam.

Konflik di Selat Hormuz juga mengubah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pihak berwenang Iran mengingatkan bahwa tindakan mereka bukan hanya untuk menekan AS dan Israel, tetapi juga untuk melindungi kepentingan ekonomi dan keamanan negara mereka sendiri. Pengumuman penutupan selat ini dianggap sebagai alat tekanan dalam perjanjian perdamaian yang diumumkan, serta sebagai bagian dari strategi Iran untuk menegaskan dominasi mereka dalam politik energi global.

Announced – Selat Hormuz, yang juga disebut sebagai “jantung” ekonomi Timur Tengah, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan global. Dengan penutupan selat ini, pasokan minyak yang sebelumnya tergantung pada jalur laut akan terganggu, sehingga mendorong negara-negara untuk mempercepat pembicaraan antara pihak-pihak terkait. Iran mengatakan bahwa mereka akan menilai kembali situasi setiap tiga hari, sebagai bagian dari perjanjian yang diumumkan, dan berharap tindakan mereka dapat mempercepat proses perdamaian.

Kesimpulan

Announced – Penutupan Selat Hormuz oleh Iran kembali menjadi sorotan internasional setelah pihak berwenang menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kekecewaan atas pelanggaran MoU oleh AS dan Israel. Dengan keputusan ini, Iran menegaskan komitmen mereka untuk melindungi kepentingan nasional dan memastikan kestabilan politik di kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz, yang merupakan bagian dari perjanjian perdamaian yang diumumkan, terus menjadi fokus utama dalam diplomasi energi global.

Ikut berdiskusi