Skip to content
Fresh Desk
Agustus 6, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Airlangga: Sektor Hilirisasi, Manufaktur hingga Mamin Topang Serapan Tenaga Kerja

Sarah Johnson - faktanaya.com 3 mins baca

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa tiga sektor strategis telah menjadi tulang punggung dalam

Airlangga: Sektor Hilirisasi, Manufaktur hingga Mamin Topang Serapan Tenaga Kerja

Airlangga: Hilirisasi, Manufaktur dan Mamin Pendorong Lapangan Kerja

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa tiga sektor strategis telah menjadi tulang punggung dalam penyerapan tenaga kerja nasional. Ketiga sektor tersebut adalah hilirisasi, manufaktur, serta industri makanan dan minuman (mamin) yang menunjukkan pertumbuhan konsisten sepanjang tahun ini.

Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja yang terserap selama periode Februari hingga Mei 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar 522 ribu orang. Angka ini mencerminkan tren positif yang berkelanjutan dalam penciptaan lapangan kerja di berbagai wilayah Indonesia.

Pertumbuhan tenaga kerja itu akibat dari investasi, investasi kembali 30 persen ke hilirisasi. Kemudian, di Pulau Jawa lebih banyak masuk ke manufaktur. Sektor itulah yang menjadi salah satu penopang peningkatan penyerapan tenaga kerja,

penjelasan Airlangga saat memberikan konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kebijakan investasi yang terarah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Investasi dan Dampaknya terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

Kebijakan investasi yang diarahkan secara spesifik ke sektor hilirisasi telah memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja. Dengan alokasi 30 persen investasi kembali ke hilirisasi, pemerintah memastikan bahwa nilai tambah dari sumber daya alam dapat dinikmati secara maksimal oleh masyarakat Indonesia.

Sektor manufaktur di Pulau Jawa juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Sebagai pusat industri nasional, Pulau Jawa menjadi magnet bagi investasi yang berorientasi pada produksi dan distribusi. Hal ini sejalan dengan visi Airlangga untuk memperkuat fondasi industri dalam negeri.

Selain kedua sektor utama tersebut, industri makanan dan minuman juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pembukaan lapangan kerja. Sektor mamin tercatat mengalami pertumbuhan sekitar 10 persen, yang sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat serta sektor pariwisata yang mulai bangkit pasca-pandemi.

(Sektor) makanan minuman, itu turis lokal maupun wisatawan mancanegara juga mendorong (serapan tenaga kerja),

tambah Airlangga. Pertumbuhan sektor pariwisata telah menciptakan efek berganda terhadap industri mamin, dimana permintaan terhadap produk makanan dan minuman meningkat seiring dengan kunjungan wisatawan.

Analisis Mendalam Data Statistik BPS

Sebelumnya, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa kenaikan penyerapan tenaga kerja sepanjang Februari-Mei 2026 selaras dengan pertumbuhan angkatan kerja yang mencapai 155,41 juta orang atau bertambah 497 ribu orang. Angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga menarik lebih banyak orang untuk masuk ke pasar tenaga kerja.

BPS mencatat bahwa hingga Mei 2026 terdapat sebanyak 220,23 juta penduduk usia kerja. Jumlah ini meningkat 689 ribu orang dibandingkan dengan data Februari 2026. Peningkatan ini mencerminkan dinamika demografis Indonesia yang terus berkembang.

Jika diuraikan lebih rinci, penduduk yang bekerja terdiri dari pekerja penuh sebanyak 98,98 juta orang atau bertambah 391 ribu orang. Untuk pekerja paruh waktu tercatat sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat 72 ribu orang. Sementara itu, pekerja setengah pengangguran mencapai 10,79 juta orang atau bertambah 59 ribu orang.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Penyerapan Tenaga Kerja

Apa yang dimaksud dengan sektor hilirisasi? Sektor hilirisasi adalah proses pengolahan bahan baku mentah menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Di Indonesia, sektor ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Berapa persen investasi yang dialokasikan untuk hilirisasi? Berdasarkan pernyataan Menteri Airlangga Hartarto, sebanyak 30 persen investasi kembali dialokasikan untuk sektor hilirisasi. Alokasi ini bertujuan untuk memperkuat rantai nilai industri dalam negeri.

Apakah sektor mamin benar-benar berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja? Ya, sektor makanan dan minuman (mamin) mengalami pertumbuhan sekitar 10 persen dan menjadi salah satu penopang utama dalam penciptaan lapangan kerja, terutama didorong oleh aktivitas pariwisata.

Bagaimana tren penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa? Pulau Jawa menjadi fokus utama investasi yang masuk ke sektor manufaktur. Hal ini menjadikan Pulau Jawa sebagai pusat penyerapan tenaga kerja yang signifikan di Indonesia.

Kapan data BPS tentang penyerapan tenaga kerja ini dirilis? Data tersebut mencakup periode Februari hingga Mei 2026 dan dikonfirmasi melalui konferensi pers pada 5 Agustus 2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

(Ant)

Ikut berdiskusi