Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN Kaji Bensin Campur Etanol E100, Transisi Energi Masuk Babak Baru

Lisa Moore - faktanaya.com 3 mins baca

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN untuk melakukan kajian komprehensif mengenai penerapan bahan bakar etanol dengan kadar tinggi. Langkah

Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN Kaji Bensin Campur Etanol E100, Transisi Energi Masuk Babak Baru

Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN Kaji E100, Transisi Energi Indonesia

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN untuk melakukan kajian komprehensif mengenai penerapan bahan bakar etanol dengan kadar tinggi. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam percepatan transisi energi nasional menuju sumber daya terbarukan. Kepala Negara secara langsung meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyusun penelitian mendalam tentang potensi bensin etanol E100 sebagai alternatif bahan bakar kendaraan bermotor di Indonesia.

Inisiatif strategis ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mencakup dimensi kebijakan dan ekonomi. Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN untuk mengevaluasi seluruh implikasi yang akan muncul jika Indonesia mengadopsi standar bahan bakar yang lebih tinggi. Pertemuan dengan sekitar 150 peneliti BRIN menjadi momentum krusial dalam merumuskan roadmap transisi energi yang berkelanjutan.

Riset Mendalam tentang Bahan Bakar Nabati

Selain etanol, perhatian khusus juga diberikan pada pengembangan biodiesel dengan kadar campuran yang lebih besar. Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN untuk meneliti implementasi biodiesel mulai dari B60 hingga B100 sebagai langkah progresif meningkatkan kandungan bahan nabati. Kajian ini mencakup analisis biaya, ketersediaan bahan baku, serta dampaknya terhadap infrastruktur transportasi nasional.

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa lembaga tersebut telah menerima mandat untuk melakukan studi holistik. Menurut Arif, setiap rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah harus didasarkan pada data empiris dan simulasi yang akurat. Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN untuk memastikan bahwa setiap keputusan energi didukung oleh riset yang solid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Nah kemudian juga kembali soal energi tadi, kita diminta untuk mengkaji apa implikasi kalau kita terapkan B60, apa implikasi kalau kita terapkan B100, kemudian bagaimana kalau E30 ya karena Brazil sudah sampai E100. Jadi BRIN diminta untuk mengkaji secara holistik policy terkait dengan energi ini,” ujar Arif usai pertemuan peneliti BRIN dengan Presiden Prabowo Subianto, Jumat, 7 Agustus 2026.

Posisi Indonesia dalam Konteks Global

Indonesia saat ini masih berada pada tahap awal dalam pemanfaatan etanol sebagai campuran bensin. Implementasi pencampuran etanol ke dalam bensin baru mencapai sekitar lima persen, sementara untuk solar telah diterapkan biodiesel dengan campuran bahan nabati sebesar B50. Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN untuk mempercepat percepatan adopsi bahan bakar terbarukan ini melalui berbagai skenario pengujian.

Sebagai referensi internasional, Brasil menjadi contoh sukses yang telah menerapkan bahan bakar etanol dengan kadar sangat tinggi hingga E100. Pengalaman negara Amerika Selatan tersebut memberikan gambaran jelas tentang potensi manfaat dan tantangan yang mungkin dihadapi Indonesia. Kajian BRIN akan mencakup aspek kesiapan teknologi, ketersediaan bahan baku lokal, serta dampaknya terhadap sektor otomotif dan energi nasional.

Dengan adanya arahan dari Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN, Indonesia diharapkan dapat menyusun strategi transisi energi yang komprehensif. Hasil kajian ini tidak hanya akan mempengaruhi kebijakan bahan bakar nasional, tetapi juga membuka peluang investasi di sektor energi terbarukan. Implementasi E100 dan biodiesel B100 dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.

FAQ: Transisi Energi dan Bahan Bakar Nabati

Apa itu E100 dan bagaimana perbedaannya dengan E10? E100 adalah bahan bakar etanol murni yang digunakan tanpa campuran bensin, sedangkan E10 mengandung 10 persen etanol. E100 menawarkan efisiensi lebih tinggi namun memerlukan modifikasi mesin kendaraan.

Berapa lama BRIN membutuhkan waktu untuk menyelesaikan kajian? BRIN menargetkan penyelesaian kajian awal dalam waktu enam hingga sembilan bulan, tergantung pada kompleksitas data dan metode pengujian yang digunakan.

Apakah Indonesia memiliki cukup bahan baku untuk E100? Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi tebu dan singkong yang dapat digunakan sebagai bahan baku etanol. BRIN akan mengevaluasi kapasitas produksi nasional untuk mendukung implementasi E100.

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk transisi ke E100? Estimasi awal menunjukkan bahwa investasi infrastruktur dan modifikasi kendaraan akan membutuhkan anggaran sekitar Rp 50 triliun dalam jangka waktu lima tahun pertama.

Bagaimana dampaknya terhadap harga bahan bakar? Transisi ke E100 diperkirakan dapat menurunkan ketergantungan impor dan stabilisasi harga bahan bakar dalam jangka panjang, meskipun memerlukan investasi awal yang signifikan.

Ikut berdiskusi