Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bola

5 Keputusan Wasit yang Bikin Mesir Murka saat Lawan Argentina di Piala Dunia 2026

Nancy Jones - faktanaya.com 4 mins baca

ikin Mesir Murka di Piala Dunia 2026 5 Keputusan Wasit yang Bikin Mesir Murka saat melawan Argentina di Piala Dunia 2026 menjadi topik utama diskusi setelah

5 Keputusan Wasit yang Bikin Mesir Murka saat Lawan Argentina di Piala Dunia 2026

5 Keputusan Wasit yang Bikin Mesir Murka di Piala Dunia 2026

5 Keputusan Wasit yang Bikin Mesir Murka saat melawan Argentina di Piala Dunia 2026 menjadi topik utama diskusi setelah The Pharaohs kalah 2-3 dalam babak 16 besar. Kekalahan tersebut menimbulkan kekecewaan besar di kalangan pemain, pelatih, dan penggemar Mesir, yang merasa wasit menjadi faktor kunci dalam mengubah alur pertandingan. Kebijakan wasit dalam beberapa momen kritis dinilai tidak adil, dan ini memicu reaksi keras dari pihak Mesir yang berharap untuk melaju lebih jauh.

Kontroversi di Piala Dunia 2026: Kekalahan Mesir yang Mengejutkan

Setelah kekalahan telak 2-3 dari Argentina, Mesir mengungkit ulang 5 keputusan wasit yang dinilai memengaruhi hasil pertandingan. Wasit Francois Letexier dituduh memberi keuntungan berlebihan kepada tim tuan rumah, terutama dalam hal keputusan kartu kuning dan penggunaan VAR. Para pemain Mesir, termasuk Mohamed Salah dan Haissem Hassan, menyatakan bahwa beberapa keputusan tersebut merugikan mereka dan membuat permainan tidak seimbang. Situasi ini memperkuat kesan bahwa keputusan wasit menjadi salah satu elemen utama dalam perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026.

Menurut beberapa analisis, keputusan wasit dalam pertandingan ini tidak hanya berdampak pada skor akhir, tetapi juga mengubah dinamika permainan. Sebagai contoh, beberapa pelanggaran yang dianggap berat oleh pemain Mesir tidak diberi sanksi, sementara beberapa aksi Argentina yang lebih ringan justru mendapat keputusan yang menguntungkan. Ini menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi dan keadilan wasit dalam mengatur pertandingan di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Keputusan 1: Tagliafico Bypass Kartu Kuning

Salah satu keputusan yang paling kontroversial adalah saat Nicolas Tagliafico melakukan dua pelanggaran keras yang seharusnya mendapat kartu kuning. Pada menit ke-7, Tagliafico menghalangi Haissem Hassan dengan sentuhan kasar, tetapi wasit tidak mengambil tindakan. Hal ini mengakibatkan Mesir kehilangan peluang untuk memperbaiki posisi mereka di tengah pertandingan.

Keputusan tersebut menimbulkan kekecewaan karena Tagliafico mengulangi aksi serupa pada menit ke-48, kali ini dengan menjegal Haissem Hassan lagi. Kedua insiden tersebut membuat para pemain Mesir merasa bahwa wasit tidak memperhatikan keadilan, terutama ketika penyerang Argentina terus mendominasi permainan. Penggunaan VAR dalam situasi ini juga dinilai kurang memadai, karena tidak meninjau keputusan kartu kuning terhadap Tagliafico.

Keputusan 2: Cristian Romero Terlepas dari Hukuman

Cristian Romero, bek Tottenham Hotspur, menjadi sorotan saat melakukan dua pelanggaran terhadap pemain Mesir. Pada menit ke-21, ia menjegal Emam Ashour di pinggir lapangan, tetapi wasit tidak memberikan kartu kuning. Insiden ini mengakibatkan Mesir kehilangan momentum sebelum pertandingan memasuki separuh waktu.

Keputusan yang sama juga terjadi pada menit ke-45, ketika Romero menekel Mohamed Salah secara langsung. Wasit memutuskan tidak menghentikan permainan, meski aksi tersebut dianggap berbahaya bagi pemain Mesir. Penggunaan VAR pada momen-momen ini dinilai bisa memberikan penjelasan yang lebih jelas, tetapi tidak terjadi. Keputusan wasit dalam kejadian ini memperkuat kesan bahwa mereka kurang konsisten dalam memberikan hukuman yang adil.

Keputusan 3: Gol Ziko Dianulir oleh VAR

Kontroversi terjadi saat Marwan Attia melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez di awal serangan Mesir, yang mengakibatkan VAR menganulir gol kedua tim. Kebijakan ini dinilai menghambat upaya Mesir untuk mengejar ketertinggalan, terutama karena mereka merasa aksi Attia jelas mengganggu permainan.

Wasit memutuskan untuk memberikan tiga menit tambahan sebagai penalti, tetapi keputusan ini tidak memberikan hasil yang optimal. Mesir menganggap VAR seharusnya lebih aktif dalam mengoreksi kesalahan, terutama ketika pertandingan memasuki menit-menit kritis. Dengan gol yang dianulir, Mesir kehilangan kans untuk menyamakan skor, dan ini menjadi titik balik yang berpengaruh.

Keputusan 4: Julian Alvarez Bypass Kartu Kuning

Julian Alvarez, pemain Argentina, mengalami momen yang penuh kontroversi saat memaksa Ramy Rabia melompat dan menyerangnya. Aksi tersebut terjadi pada menit ke-48, dan wasit tidak memberikan kartu kuning meski Rabia terlihat terjatuh dan membutuhkan perawatan. Keputusan ini dianggap merugikan Mesir karena mengurangi jumlah pemain yang bisa bertindak secara efektif.

Keputusan wasit dalam insiden ini memperkuat kesan bahwa tim Argentina mendapat keuntungan. Penggemar Mesir menganggap Alvarez melanggar dengan cukup berat, tetapi wasit tidak mengambil tindakan. Dengan adanya keputusan ini, Mesir semakin kewalahan dalam mengejar ketertinggalan, dan ini memicu reaksi dari seluruh tim.

Keputusan 5: Pelanggaran Salah Tak Diperiksa VAR

Saat pertandingan memasuki menit ke-92, Mohamed Salah dianggap dilanggar oleh bek Argentina. Aksi tersebut terjadi tepat sebelum Enzo Fernandez mencetak gol penentu kemenangan, dan wasit tidak meminta peninjauan VAR. Keputusan ini dinilai mengubah nasib Mesir, karena mereka kehilangan peluang untuk mencetak gol.

Keputusan wasit dalam situasi ini memperkuat kritik terhadap ketidakseimbangan dalam pengawasan pertandingan. Mesir merasa bahwa pelanggaran Salah tidak dianggap serius, sehingga membuat mereka tidak bisa memperbaiki skor. Kebijakan VAR dalam pertandingan ini juga menjadi bahan perdebatan, karena beberapa keputusan tidak diambil secara tepat.

Ikut berdiskusi