Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bola

Latest Program: Ketum PSSI Ungkap Alasan Oxford United dan Tim Malaysia Tak Ikut Piala Presiden 2026

Richard Garcia - faktanaya.com 3 mins baca

san Oxford United dan Tim Malaysia Tidak Ikut Piala Presiden 2026 Latest Program – Jakarta, VIVA – Piala Presiden 2026 akan menjadi edisi yang lebih menarik

Latest Program: Ketum PSSI Ungkap Alasan Oxford United dan Tim Malaysia Tak Ikut Piala Presiden 2026

Ketum PSSI Ungkap Alasan Oxford United dan Tim Malaysia Tidak Ikut Piala Presiden 2026

Latest Program – Jakarta, VIVA – Piala Presiden 2026 akan menjadi edisi yang lebih menarik dan strategis dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu keputusan kontroversial adalah keberhasilan Oxford United dan tim Malaysia untuk tidak ikut serta, yang sekaligus memicu diskusi di kalangan pecinta sepak bola di Asia Tenggara. Menghadapi tantangan dalam penyusunan jadwal dan visi peningkatan kualitas turnamen, PSSI melakukan penyesuaian untuk memastikan kompetisi ini lebih relevan dan menarik bagi penonton.

Mengapa Oxford United Dihapus dari Piala Presiden 2026?

Penyebab utama keputusan Oxford United tidak ikut dalam Piala Presiden 2026 adalah keselarasan jadwal dan strategi kompetisi. Klub yang sebelumnya menjadi perwakilan dari Inggris tersebut dipindahkan ke liga domestik karena menghadapi pertandingan yang padat di musim liga nasional mereka. Selain itu, Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menjelaskan bahwa ada perubahan konsep turnamen untuk menyesuaikan dengan target meningkatkan daya tarik kompetisi.

Latest Program ini dirancang agar lebih menggambarkan keberagaman sepak bola Asia Tenggara dan menarik penggemar di seluruh dunia. Kami mengoptimalkan jadwal agar peserta bisa fokus pada Piala Presiden, bukan hanya pada liga domestik,” ujar Erick Thohir dalam wawancara eksklusif dengan VIVA Sports.

Dalam edisi 2025, Oxford United memang menjadi sorotan karena menarik perhatian publik melalui dua pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan. Namun, dalam Piala Presiden 2026, klub Inggris tersebut tidak lagi menjadi bagian dari kompetisi. Erick Thohir mengatakan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh mengenai performa klub dan kesiapan mereka menghadapi pertandingan berat.

Perubahan Partisipasi Tim Internasional

Sebagai bagian dari Latest Program, PSSI memperluas jumlah peserta Piala Presiden 2026 menjadi delapan tim. Dari total peserta, lima tim Indonesia termasuk dalam jajaran peserta, yakni Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Arema FC. Tiga slot internasional diberikan kepada tim dari negara-negara Asia Tenggara, yaitu Port FC (Thailand), DPMM FC (Brunei Darussalam), serta Tampines Rovers (Singapura).

Latest Program ini juga diharapkan menjadi ajang uji coba bagi klub-klub internasional sebelum memasuki kompetisi lebih besar. Erick Thohir menekankan bahwa perubahan ini bertujuan untuk menarik lebih banyak perhatian dari media dan penonton, sekaligus memberikan kesempatan bagi tim-tim Asia Tenggara untuk berkiprah di tingkat nasional.

PSSI berharap dengan mengganti Oxford United dan tim Malaysia, turnamen ini akan lebih dinamis dan memiliki daya tarik yang lebih tinggi. “Kami ingin menghadirkan tim-tim yang mampu memberikan pertandingan seru, baik dari segi teknik maupun strategi,” imbuh Erick. Penyesuaian ini juga sejalan dengan rencana untuk menaikkan kualitas kompetisi sebelum turnamen besar seperti Piala AFF atau Piala Dunia U-20.

Menurut Erick, keputusan untuk tidak melibatkan tim Malaysia dibuat setelah evaluasi skema pengundangan. “Rencana awal memang ada, tetapi kita harus menyesuaikan dengan kondisi terkini. Malaysia memiliki tim yang berkualitas, tetapi skedul dan kesiapan mereka tidak sejalan dengan visi Latest Program tahun ini,” jelasnya. Ia pun menyatakan bahwa PSSI tetap membuka peluang bagi Malaysia untuk kembali berpartisipasi di masa depan.

Di sisi lain, PSSI mengapresiasi kehadiran Port FC dan Tampines Rovers yang dianggap memiliki potensi untuk memperkaya pertandingan. “Port FC dan Tampines Rovers adalah klub yang memiliki tradisi baik dan kemampuan teknis tinggi. Kami percaya mereka akan menjadi lawan yang menantang,” kata Erick. Dengan adanya tim internasional, Piala Presiden 2026 diharapkan menjadi ajang pengenalan klub-klub dari luar Indonesia yang bisa bersaing secara seimbang.

Ikut berdiskusi