Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Metro

Special Plan: Pramono Bongkar Rencana Besar di Bundaran HI, Tak Ada Lagi Orang Menyeberang di Permukaan

Richard Garcia - faktanaya.com 2 mins baca

Special Plan: Pramono Bongkar Rencana Besar di Bundaran HI, Tak Ada Lagi Orang Menyeberang di Permukaan Special Plan - Dalam perayaan Malam Puncak Hari Ulang

Special Plan: Pramono Bongkar Rencana Besar di Bundaran HI, Tak Ada Lagi Orang Menyeberang di Permukaan

Special Plan: Pramono Bongkar Rencana Besar di Bundaran HI, Tak Ada Lagi Orang Menyeberang di Permukaan

Special Plan – Dalam perayaan Malam Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, pada 27 Juni 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengungkap rencana besar yang disebut sebagai Special Plan. Proyek ini bertujuan mengubah wajah Bundaran Hotel Indonesia (HI) dengan menghubungkan sejumlah gedung strategis melalui jalur bawah tanah, yang terintegrasi dengan sistem transportasi MRT. Langkah ini diharapkan mengurangi kepadatan lalu lintas di permukaan dan meningkatkan efisiensi pergerakan warga.

Transformasi Bundaran HI Melalui Special Plan

“Di sini, masyarakat pasti tidak membayangkan adanya akses antar gedung seperti Grand Hyatt, Pullman, Mandarin Oriental, dan Kempinski. Kini, jalur bawah tanah sudah kita siapkan. Nanti, pengguna akan langsung masuk ke MRT tanpa perlu menyeberang di permukaan,” ujar Pramono.

Pramono menjelaskan bahwa Special Plan ini bukan hanya sekadar peningkatan infrastruktur transportasi, tetapi juga melibatkan pengembangan ruang publik yang lebih nyaman. Kawasan bawah tanah akan menjadi ruas jalan kaki yang terhubung ke stasiun MRT, sambil juga menyediakan area bagi UMKM. Dengan demikian, Bundaran HI akan menjadi pusat aktivitas yang menyerupai kota-kota metropolitan di dunia, seperti Singapura atau Tokyo.

Berdasarkan informasi yang diungkap, rencana ini mencakup perubahan signifikan dalam alur lalu lintas dan penggunaan ruang. Peningkatan akses antar gedung akan mempercepat akses ke fasilitas umum, seperti pusat perbelanjaan atau kantor pemerintahan. Selain itu, jalur bawah tanah diharapkan mengurangi risiko kecelakaan akibat menyeberang jalan di area yang biasanya ramai.

Manfaat Special Plan untuk Masyarakat

Pramono menekankan bahwa Special Plan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Jakarta. Salah satunya adalah pengurangan kemacetan di permukaan yang sering menjadi masalah utama kota metropolitan ini. Dengan jalur bawah tanah, pengguna jalan bisa menghindari gangguan lalu lintas saat mengakses fasilitas yang terletak di area yang sebelumnya dianggap sulit dicapai.

Menurut rencana, proyek ini akan dijalankan dalam beberapa tahap. Fase pertama akan fokus pada pembangunan jalur khusus antar gedung, sementara tahap berikutnya akan melibatkan integrasi dengan layanan transportasi lain. Pramono optimis bahwa Special Plan akan menjadi model inovatif yang bisa diadopsi kota-kota lain di Indonesia.

Ketua Komite Pemindahan Kantor DKI Jakarta, Ibu Dwi Setiawati, menyambut baik rencana tersebut. Ia mengatakan bahwa jalur bawah tanah bisa mengurangi kelelahan warga saat bepergian dan meningkatkan keamanan di area yang rentan terjadi kecelakaan. “Kita berharap Special Plan bisa menjadi solusi multifungsi yang mengubah pola pergerakan masyarakat dan ekonomi Jakarta,” tambahnya.

Ikut berdiskusi