Metro

Tak Disangka! Selain Tukang Piscok, Pemutilasi Depok Pernah Jadi Guru Matematika Hingga Ikut Kompetisi Dangdut di TV

6a777c9f8584a-saepul-alias-saepullah-baju-tahanan_gemini_1265_711

Sisi Lain Saepul: Dari Guru Matematika Hingga Kompetisi Dangdut TV

Faktanaya.com – Polisi Metro Jaya baru-baru ini mengungkap profil lengkap Saepul alias Saepullah (26), tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Depok. Pria berusia 26 tahun ini ternyata memiliki latar belakang pekerjaan yang jauh lebih beragam daripada yang diketahui publik.

Saepul ditangkap pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026, di wilayah Pandeglang, Banten. Saat itu, ia diduga sedang berusaha melarikan diri dari hukum. Penangkapannya dilakukan oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Pengalaman Kerja yang Luas

Menurut keterangan penyidik, Saepul tidak hanya dikenal sebagai penjual piscok atau pemotong daging. Pria ini juga pernah mengajar matematika di tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

“Dia mengaku pernah bekerja sebagai koki di sebuah restoran (bagian pemotong daging) dan juga sempat berprofesi menjadi guru matematika di sekolah menengah pertama,” ujar Komisaris Polisi Dimitri Mahendara, Kepala Unit 1 Subdirektorat Reserse Mobile Polda Metro Jaya, Senin, 10 Agustus 2026.

Selain dunia pendidikan dan kuliner, Saepul juga memiliki pengalaman di bidang hiburan. Penyidik menemukan bahwa tersangka yang diduga berorientasi homoseksual ini pernah mengikuti acara musik dangdut di salah satu stasiun televisi nasional.

Rangkaian Peristiwa Tragis

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Saepul dan Kunaefi pertama kali saling mengenal melalui platform media sosial. Keduanya kemudian sepakat untuk bertemu di sebuah kontrakan yang berlokasi di Cipayung, Depok, pada tanggal 23 Juli 2026.

Pertemuan tersebut diduga berakhir dengan pertengkaran. Saepul kemudian menusuk perut korban dan menggorok lehernya menggunakan pisau. Setelah itu, ia memutilasi bagian pangkal paha Kunaefi untuk menghilangkan jejak.

Jasad korban dibungkus dengan plastik hitam dan karung, lalu dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Sementara itu, potongan kedua kaki korban dilemparkan ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.

Hingga saat ini, para penyidik masih terus menggali motif di balik pembunuhan tersebut serta melengkapi berbagai alat bukti dalam perkara hukum ini.

Frequently Asked Questions

What is Tak Disangka Selain Tukang Piscok Pemutilasi?

Tak Disangka Selain Tukang Piscok Pemutilasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tak Disangka Selain Tukang Piscok Pemutilasi matter?

Tak Disangka Selain Tukang Piscok Pemutilasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *