Nasional

Mahasiswa Undip Curhat Harga Beras di Pedalaman Alor, Respons Mentan Amran Jadi Sorotan

6a78a5e971269-momen-mahasiswa-undip-curhat-soal-harga-beras-ke-mentan-amran-sulaiman_gemini_1265_711

Mahasiswa Undip Curhat Harga Beras ke Mentan Amran, Respons Cepat

Faktanaya.com – Kisah seorang Mahasiswa Undip Curhat Harga Beras kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, tidak ragu menyuarakan keluhannya saat acara penerimaan mahasiswa baru Undip. Dengan suara lantang, ia meminta perhatian langsung kepada Mentan yang sedang memberikan sambutan di atas panggung.

Keberanian Adriano tersebut tidak sia-sia. Menteri Pertanian Amran Sulaiman segera merespons dengan meminta mahasiswa tersebut naik ke panggung. Di hadapan ribuan orang, Adriano menceritakan kondisi sulit yang dihadapi masyarakat pedalaman Alor. Ia menyoroti masalah distribusi pangan dan tingginya harga beras yang menjadi beban berat bagi warga setempat.

Kondisi Geografis dan Tantangan Distribusi

Kabupaten Alor dikenal sebagai wilayah kepulauan yang terletak di ujung timur Indonesia. Satu-satunya jalur distribusi menggunakan kapal laut, yang menjadi titik lemah saat musim hujan tiba. Kedekatan Alor dengan samudera membuat curah hujan sangat tinggi, sehingga pengiriman barang sering tertunda berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

“Saya dari kabupten kecil di NTT. Satu-satunya akses distribusi adalah menggunakan kapal,” kata Adriano sebagaimana dikutip dari akun TikTok @MissMia pada Senin, 10 Agustus 2026.

Keterbatasan infrastruktur ini berdampak langsung pada ketersediaan stok pangan. Adriano menyebutkan bahwa kebutuhan beras tahunan di wilayahnya mencapai 24.000 hingga 27.000 ton. Sayangnya, kemampuan produksi lokal hanya mampu memenuhi sepuluh persen dari total kebutuhan tersebut. Sisanya harus didatangkan dari luar daerah dengan biaya transportasi yang tidak murah.

Perbedaan Harga dan Dampak Sosial

Menurut Adriano, harga beras di kawasan perkotaan Alor berkisar antara Rp 13.000 hingga Rp 15.000 per kilogram. Berbeda dengan wilayah pedalaman yang harganya lebih tinggi, yakni Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kilogram. Ketika terjadi krisis atau musim hujan, harga di daerah terpencil bisa melonjak drastis mencapai Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram.

Kondisi ini memaksa banyak anak-anak kecil untuk mengonsumsi umbi-umbian sebagai pengganti beras. Adriano khawatir hal ini akan menimbulkan masalah kesehatan bagi mereka, terutama gangguan pencernaan.

“Yang saya khawatirkan banyak anak kecil terpaksa makan umbi-umbian yang saya tau kalau mereka makan umbi-umbian maka perut mereka akan penuh gas. Sehingga akan besar, mohon maaf lubang pembuangan mereka akan mengecil,” tuturnya dengan nada prihatin.

Respons Cepat Menteri Pertanian

Mendengar pemaparan tersebut, Amran Sulaiman tidak menunggu lama. Ia segera menghubungi Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, melalui sambungan telepon. Mentan meminta agar segera dibangun gudang Bulog di Kabupaten Alor jika belum ada. Langkah ini dinilai penting untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.

“Pak Dirut itu Kabupaten Alor ada Gudang Bulog di sana? Kalau belum ada bisa bangun gudang di sana ya? Harga beras di sana cukup tinggi. Kirim utusannya kirim beras hari ini ya,” pesan Mentan dalam percakapan telepon tersebut.

Tindakan cepat Mentan ini menjadi sorotan publik. Mahasiswa Undip ini berhasil membawa perhatian pemerintah pusat terhadap masalah pangan di daerah terpencil. Kehadiran gudang Bulog diharapkan dapat menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat Alor.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Mahasiswa Undip

Apa yang dilakukan Adriano Padama? Adriano Padama, mahasiswa Undip asal Alor, menyuarakan keluhannya tentang tingginya harga beras di pedalaman Alor secara langsung kepada Mentan Amran Sulaiman saat acara penerimaan mahasiswa baru.

Berapa kebutuhan beras tahunan Kabupaten Alor? Kebutuhan beras tahunan di Kabupaten Alor mencapai 24.000 hingga 27.000 ton, dengan kemampuan produksi lokal hanya memenuhi sepuluh persen dari total kebutuhan.

Apa respons Mentan Amran terhadap keluhan tersebut? Mentan Amran Sulaiman segera menghubungi Direktur Utama Bulog dan meminta pembangunan gudang Bulog di Alor serta pengiriman beras segera ke wilayah tersebut.

Bagaimana kondisi distribusi di Alor? Alor memiliki satu-satunya jalur distribusi menggunakan kapal laut. Kondisi ini menjadi masalah saat musim hujan tiba karena curah hujan tinggi mengganggu pengiriman barang.

Apakah ada tautan terkait di Viva.co.id? Anda dapat membaca berita lengkap di Viva.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *