Aktivitas Gunung Semeru Didominasi Gempa Erupsi, Status Siaga Level III Masih Berlaku
Lumajang, VIVA – Pos Pengamatan Gunung Semeru kembali mencatat aktivitas vulkanik yang didominasi oleh gempa erupsi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini, yang
Gunung Semeru: Gempa Erupsi Dominasi Aktivitas, Status Siaga Level III Berlaku
Faktanaya.com – Lumajang, VIVA – Pos Pengamatan Gunung Semeru kembali mencatat aktivitas vulkanik yang didominasi oleh gempa erupsi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan frekuensi kegempaan dalam beberapa hari terakhir. Petugas pemantauan melaporkan bahwa jumlah gempa erupsi dapat mencapai puluhan kali dalam satu hari, menandakan aktivitas magma di bawah permukaan yang masih aktif.
Data Pengamatan Terbaru Kamis Pagi
Berdasarkan catatan resmi Pos Pengamatan Gunung Semeru pada Kamis, 23 Juli, periode antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat sebanyak 19 kali gempa letusan. Amplitudo yang terekam untuk setiap gempa tersebut berkisar dari 13 hingga 22 milimeter. Angka-angka ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik di kawasan tersebut masih berlangsung dengan intensitas yang cukup signifikan.
Selain gempa erupsi, jenis kegempaan lain juga terdeteksi dalam periode pengamatan yang sama. Terjadi tujuh kali gempa embusan dengan amplitudo antara 3 hingga 6 milimeter. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menambahkan bahwa aktivitas vulkanik lainnya juga masih tercatat selama periode pengamatan tersebut, memberikan gambaran lengkap tentang kondisi gunung berapi ini.
“Gunung Semeru mengalami satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 7 mm dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 18 mm,” kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis.
Kondisi Gempa Hari Sebelumnya
Dominasi gempa letusan juga terlihat jelas pada hasil pengamatan sehari sebelumnya. Data periode Rabu, 22 Juli, pukul 00.00 hingga 24.00 WIB menunjukkan Gunung Semeru mencatat sebanyak 77 kali gempa letusan atau erupsi. Jumlah ini merupakan aktivitas kegempaan paling dominan dibandingkan jenis gempa vulkanik lainnya yang tercatat dalam periode yang sama.
Dalam setiap hari pengamatan, frekuensi gempa letusan bahkan terus tercatat mencapai puluhan kali. Selain gempa erupsi, selama periode 24 jam itu juga terekam enam kali gempa guguran dan 12 kali gempa embusan. Aktivitas lain yang turut tercatat adalah dua kali gempa harmonik dengan amplitudo berkisar 6 hingga 7 milimeter serta durasi gempa antara 49 hingga 81 detik.
Tingginya aktivitas kegempaan tersebut menunjukkan proses vulkanik Gunung Semeru masih berlangsung dan terus dipantau secara intensif oleh petugas pengamatan. Masyarakat di sekitar kawasan gunung berapi ini diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan aktivitas vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dua Kali Erupsi pada Kamis Dini Hari
Pada Kamis dini hari, Gunung Semeru juga dilaporkan mengalami dua kali erupsi. Letusan pertama terjadi pada pukul 00.29 WIB, kemudian erupsi kedua berlangsung pada pukul 05.48 WIB. Status Siaga Level III masih berlaku untuk gunung tersebut hingga saat ini, yang berarti masyarakat di sekitar kawasan berbahaya harus tetap siaga dan mengikuti arahan dari petugas terkait.
Para ahli vulkanologi terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru untuk memastikan tidak ada perubahan signifikan yang memerlukan penyesuaian status kewaspadaan. Dengan adanya data pengamatan yang konsisten, masyarakat dapat memperoleh informasi akurat mengenai kondisi terkini dari gunung berapi yang menjadi ikon wisata di Jawa Timur ini.