Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Announced: Hotman Paris Kritik Penanganan Kasus Santri Terbakar di NTB, Sebut Korban Tak Dioperasi tapi Diisolasi di RS Bhayangkara

Lisa Moore - faktanaya.com 3 mins baca

Announced -

Announced: Hotman Paris Kritik Penanganan Kasus Santri Terbakar di NTB, Sebut Korban Tak Dioperasi tapi Diisolasi di RS Bhayangkara

Hotman Paris Kritik Penanganan Kasus Santri Terbakar di NTB, Sebut Korban Diisolasi di RS Bhayangkara

Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah Memicu Perdebatan

Announced – Pengacara ternama, Hotman Paris Hutapea, kembali mengungkapkan kepeduliannya terhadap kasus dugaan pembakaran yang menimpa tiga santri di Pondok Pesantren Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Ia mengkritik cara pihak berwenang mengelola situasi ini, menyebut proses penanganannya tidak transparan dan memicu keraguan terhadap keadilan. Hotman menekankan bahwa korban tidak hanya diberi perawatan medis, tetapi juga diisolasi secara terpisah di Rumah Sakit Bhayangkara, sebuah langkah yang menurutnya bertujuan menghindari kekhawatiran publik terhadap fakta-fakta yang mungkin terungkap.

Announced by the police investigation, kejadian bermula ketika pelaku menuangkan bensin ke benda yang sedang terbakar. Nyala api kemudian menyebar ke sisa bensin dalam botol, memicu kobaran api yang sulit dikendalikan. Dalam keadaan panik, pelaku berusaha memadamkan api, namun upaya tersebut justru memperparah situasi. Dari laporan resmi, tiga santri terlibat dalam kecelakaan tersebut, dua di antaranya mengalami luka bakar sedang, sedangkan satu orang meninggal dunia akibat kondisi kritis.

Isolasi Korban dan Dugaan Penyembunyian Fakta

“Halo Komisi 3 DPR: agar Kapolres Lombok Tengah dipanggil. Bukan di bawa berobat untuk operasi… Malah diisolasi di RS Bhayangkara, biar jauh dari media! Tim Hotman 911 tidak diizinkan besuk korban! Ibunya korban dimarahi kalau sering masuk medsos,” tulis Hotman Paris di akun Instagramnya.

Announced dalam pernyataannya, Hotman Paris menyoroti isolasi korban di rumah sakit sebagai strategi untuk mengontrol narasi publik. Ia menilai langkah ini memperkuat dugaan bahwa ada upaya penyembunyian fakta mengenai kondisi para santri. Hotman menuntut transparansi lebih besar dari pihak berwenang, termasuk penjelasan lengkap tentang tindakan medis yang diberikan, agar proses investigasi bisa berjalan adil dan terbuka.

Kebijakan isolasi korban di RS Bhayangkara memicu berbagai pertanyaan terkait prioritas penanganan kasus. Banyak warga Lombok Tengah mengkritik cara pemerintah dan polisi mengelola situasi, mengingat kasus ini menimpa anak-anak yang sedang belajar di lingkungan pendidikan. Announced oleh wali santri dan masyarakat setempat, banyak yang menganggap isolasi ini sebagai tindakan yang membatasi akses informasi kepada keluarga korban dan publik.

Langkah-Langkah Pemerintah dan Respon Masyarakat

Announced dalam laporan terbaru, Pemerintah Daerah NTB telah memastikan bahwa penyelidikan kasus berlangsung secara profesional. Namun, kritik terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk aktivis hukum dan masyarakat lokal. Banyak dari mereka menilai bahwa pihak berwenang harus lebih proaktif dalam menyampaikan detail tentang penyebab kebakaran dan tanggung jawab pelaku.

Hotman Paris menilai bahwa isolasi korban di RS Bhayangkara justru memperkuat asumsi bahwa ada kepentingan tertentu yang mengarah pada penyembunyian fakta. Ia menekankan bahwa korban tidak hanya dibawa ke rumah sakit untuk perawatan, tetapi juga diisolasi agar media dan keluarga tidak terlalu terlibat dalam proses penyelidikan. Announced oleh timnya, Hotman meminta pihak berwenang untuk menjelaskan mengapa langkah ini diambil dan bagaimana kondisi korban sebenarnya.

Announced dalam wawancara dengan media, Hotman Paris juga menyebutkan bahwa kecelakaan ini menimbulkan berbagai pertanyaan tentang keselamatan di lingkungan pesantren. Ia menyarankan pihak berwenang untuk menggandeng tokoh masyarakat dan wali santri dalam proses penyelidikan agar kepercayaan publik bisa dipulihkan. Langkah ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mencari kebenaran dan mengusut tuntas penyebab kebakaran yang mengancam nyawa tiga santri.

Ikut berdiskusi