Bekas Lahan Sampah di Depok Terbakar – Diduga Dipicu Pembakaran yang Ditinggal, Dua Warga Berhasil Diselamatkan
asil Diselamatkan Bekas Lahan Sampah di Depok Terbakar - Kota Depok, Jawa Barat, diguncang kebakaran yang mengenai area bekas lahan sampah, tepatnya di
Kebakaran di Bekas Lahan Sampah Depok: Dua Warga Berhasil Diselamatkan
Bekas Lahan Sampah di Depok Terbakar – Kota Depok, Jawa Barat, diguncang kebakaran yang mengenai area bekas lahan sampah, tepatnya di wilayah Sukmajaya, pada hari Sabtu, 18 Juli 2026. Kebakaran terjadi di malam hari dan diduga dipicu oleh pembakaran limbah yang ditinggalkan oleh dua warga setempat. Kebakaran ini menimbulkan kekhawatiran karena lokasi yang terbakar merupakan bekas lahan sampah yang dikenal rawan kebakaran akibat kumpulan material mudah terbakar.
Deteksi dan Penanganan Darurat
Api mulai membara sejak sekitar pukul 19.30 WIB dan menyebar dengan cepat, mengakibatkan area yang terbakar mencapai 300 hingga 500 meter persegi. Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan langsung merespons setelah menerima laporan dari warga sekitar. Dalam operasi penyelamatan, enam unit kendaraan pemadam dikerahkan untuk mengendalikan api dan mencegah penyebaran ke wilayah lain.
“Kebakaran ini berasal dari pembakaran sisa sampah yang ditinggalkan oleh dua orang yang mengabaikan keselamatan,” jelas Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Depok, Tesy Haryanti, pada hari Minggu, 19 Juli 2026. “Tim langsung bergerak ke lokasi untuk mencegah kerusakan lebih besar.”
Korban dan Upaya Evakuasi
Kebakaran yang menghanguskan bekas lahan sampah tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Namun, dua warga berhasil dievakuasi secara aman oleh petugas. Pemadaman berlangsung hampir dua jam sebelum api benar-benar dipadamkan, dengan fokus pada pencegahan penyebaran kebangunan di sekitar. Petugas juga melakukan pengecekan keamanan terhadap warga yang tinggal di dekat lokasi.
“Kami menyelamatkan dua orang yang berada dalam area berisiko,” tambah Tesy. “Api terkendali sebelum menyebabkan kerusakan lebih parah.”
Penyebab dan Pemeriksaan Awal
Menurut informasi yang didapat, kebakaran diduga bermula dari sisa sampah yang dibakar oleh dua warga yang lupa memadamkannya. Lokasi bekas lahan sampah di Depok ini sering digunakan sebagai tempat pembuangan limbah, sehingga menjadi titik rawan bagi kebakaran. Dalam pemeriksaan awal, petugas menyebutkan bahwa sumber api kemungkinan berasal dari pembakaran limbah yang tidak terkontrol.
Pihak kepolisian dan dinas pemadam kebakaran sedang melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sejumlah saksi di sekitar lokasi juga diperiksa guna memperjelas peristiwa tersebut. Meski belum ada bukti konkret, kemungkinan besar kebakaran terjadi karena kelalaian dua warga yang meninggalkan api terbuka.
Implikasi dan Tindak Lanjut
Kebakaran di bekas lahan sampah Depok memperlihatkan pentingnya kesadaran masyarakat akan potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari pembakaran sampah. Sejumlah warga sekitar mengungkapkan bahwa area ini sering digunakan untuk pembuangan sampah plastik, kertas, dan limbah organik, yang mudah terbakar. Petugas juga memperingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan di lokasi rawan.
Setelah api dipadamkan, tim inspeksi melakukan evaluasi kerusakan dan menetapkan langkah-langkah pencegahan untuk mencegah kejadian serupa. Pemerintah kota Depok berencana memperketat pengawasan terhadap penggunaan lahan bekas sampah dan memberikan edukasi tentang cara mengelola limbah secara aman. “Kebakaran ini menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat,” kata Walikota Depok, yang tidak disebutkan namanya, dalam pernyataan resmi.
Kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas lingkungan di wilayah Sukmajaya. Bekas lahan sampah yang telah dipakai selama bertahun-tahun kini menjadi sorotan, terutama setelah muncul risiko kebakaran yang bisa merusak area hijau dan mengancam kehidupan warga sekitar. Dengan kesadaran yang lebih tinggi, diharapkan warga dapat menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan bencana serupa di masa depan.