Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Facing Challenges: Jampidsus Febrie soal Dikaitkan dengan Kasus Blackout Listrik: Saya Nggak Paham

Richard Garcia - faktanaya.com 2 mins baca

Jampidsus Febrie: Dalam Menjaga Keterbukaan, Saya Tetap Paham Tantangan Facing Challenges - Dalam menjaga keterbukaan dan transparansi, Febrie Adriansyah

Facing Challenges: Jampidsus Febrie soal Dikaitkan dengan Kasus Blackout Listrik: Saya Nggak Paham

Jampidsus Febrie: Dalam Menjaga Keterbukaan, Saya Tetap Paham Tantangan

Facing Challenges – Dalam menjaga keterbukaan dan transparansi, Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, menegaskan bahwa ia tetap memahami tantangan yang dihadapi dalam kasus blackout listrik yang memicu perdebatan publik. Masalah ini terkait dengan dugaan korupsi dalam pengadaan batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dan Febrie berkomitmen untuk memastikan penyelidikan yang akurat.

“Yang pertama, mengenai blackout, saya belum memahami bagaimana Jampidsus terlibat dalam kasus tersebut,” ujarnya kepada wartawan di Kejagung, Jumat, 10 Juli 2026. “Namun, saya tetap mengakui bahwa setiap penyelidikan selalu melibatkan tantangan, terutama ketika ada keterkaitan dengan isu besar seperti kebijakan energi.”

Febrie juga menjelaskan bahwa ia sedang menunggu proses investigasi lebih lanjut dari tim penyidik Polri sebelum menilai keseluruhan permasalahan. Menurutnya, keterlibatan Jampidsus dalam kasus ini memerlukan analisis mendalam agar tidak terjadi kesalahpahaman atau tuntutan yang tidak proporsional.

Analisis Tuntas tentang Kasus Korupsi dan Blackout Listrik

Febrie menegaskan bahwa dugaan korupsi dalam pengadaan batubara untuk PLTU harus diinvestigasi secara tuntas. Menurutnya, permasalahan ini bisa berdampak langsung pada keandalan pasokan listrik nasional, yang menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya mengatasi krisis energi.

“Dalam pandangan saya, audit menyeluruh seharusnya dilakukan terlebih dahulu, baik mengenai kebutuhan bahan bakar, kualitas yang masuk, transaksi pembelian, serta prosedur pengadaannya, agar dapat memastikan adanya tindakan melawan hukum,” tambah Febrie. “Ini adalah bagian dari melawan tantangan dalam memperbaiki sistem yang rusak.”

Kasus ini terjadi setelah serangkaian kegagalan pasokan listrik yang mengganggu kehidupan masyarakat. Febrie mengungkapkan bahwa Jampidsus bertugas memastikan bahwa setiap penyelidikan kebijakan energi tidak hanya fokus pada korupsi, tetapi juga mencakup kesalahan administrasi dan kesenjangan regulasi.

Keterkaitan dengan Kebijakan Energi Nasional

Kasus blackout listrik yang terjadi beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa kebijakan energi nasional sedang diuji. Febrie menilai bahwa dugaan korupsi dalam pengadaan batubara menjadi salah satu faktor yang perlu diperiksa secara detail, terutama dalam upaya mengatasi masalah ketergantungan energi bumi.

“Saya mengakui bahwa melawan tantangan dalam penyelidikan kasus ini sangat penting, karena tidak hanya menyangkut keuangan, tetapi juga reputasi institusi hukum dan kepercayaan publik terhadap sistem energi kita,” jelas Febrie. “Ini adalah melawan tantangan yang dihadapi oleh seluruh tim penyidik.”

Febrie juga menyebut bahwa pengadaan batubara yang dinilai tidak optimal dapat memperparah masalah ketergantungan pada sumber daya energi yang terbatas. Ia menekankan bahwa Jampidsus memiliki tanggung jawab untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk pihak swasta dan lembaga pemerintah, dalam proses investigasi.

Di sisi lain, Febrie meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu hasil penyelidikan yang komprehensif. Menurutnya, setiap kasus besar selalu melibatkan proses yang rumit, dan penting untuk tidak terburu-buru dalam menyalahkan pihak tertentu sebelum semua fakta terungkap.

Ikut berdiskusi