Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Gerindra Tepis Hotman Paris: Presiden Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum

Richard Garcia - faktanaya.com 3 mins baca

Intervensi Hukum Gerindra Tepis Hotman Paris - Dalam upaya memperjelas pernyataan yang dilontarkan oleh pengacara Febrie Adriansyah, Hotman Paris, Partai

Gerindra Tepis Hotman Paris: Presiden Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum

Gerindra Tepis Hotman Paris: Presiden Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum

Gerindra Tepis Hotman Paris – Dalam upaya memperjelas pernyataan yang dilontarkan oleh pengacara Febrie Adriansyah, Hotman Paris, Partai Gerindra secara tegas membantah klaim tersebut. Presiden Prabowo Subianto, sebagai ketua umum partai, disebut tidak pernah melakukan intervensi dalam proses hukum. Hal ini diungkapkan oleh Bambang Haryadi, Ketua DPP Gerindra, dalam pernyataan resmi yang diberikan kepada wartawan pada hari Minggu, 19 Juli 2026. Menurut Bambang, Prabowo terus menerus menekankan pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam penegakan hukum, bahkan di tengah polemik yang muncul terkait kasus kriminal yang melibatkan tokoh-tokoh politik.

Gerindra Tepis Klaim Hotman Paris

Bambang Haryadi menyatakan bahwa Gerindra tidak setuju dengan tudingan Hotman Paris yang menyebutkan Presiden Prabowo terlibat dalam kasus mantan Jampidsus (Jabatan Pimpinan Tinggi Daerah). “Kita sangat menyesal dengan pernyataan Hotman Paris yang menghubungkan kasus mantan Jampidsus dengan presiden Prabowo,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Prabowo selalu memperhatikan konsistensi dan integritas dalam proses hukum, dan tidak pernah berusaha memanipulasi keadilan demi kepentingan politik. Bambang menekankan bahwa partai Gerindra sendiri telah menjadi contoh nyata dalam menjalankan reformasi birokrasi dan antikorupsi.

Klaim Hotman Paris yang menyebut Prabowo melakukan intervensi hukum menjadi sorotan publik karena menggambarkan pemerintahan yang dianggap bersih dari korupsi. Namun, Bambang membantah tegas bahwa kebijakan pemerintahan Prabowo justru mengutamakan transparansi dan keadilan. “Presiden Prabowo tidak pernah campuri hukum. Justru, beliau sering kali menjadi penegak hukum yang konsisten,” tambah Bambang. Ia juga menyebut bahwa beberapa kasus korupsi yang terjadi selama masa kepemimpinan Prabowo, seperti kasus dugaan suap pada proyek infrastruktur, diproses secara terbuka dan adil oleh lembaga penyelidik.

Keterbukaan dalam Penegakan Hukum

Bambang mengingatkan bahwa dalam setiap kegiatan partai, Prabowo selalu menekankan pentingnya hukum sebagai alat pemerataan keadilan. “Selama masa jabatannya, Prabowo terus mendorong pemberantasan korupsi dengan memperketat pengawasan dan pengadilan terhadap semua pelaku tindakan kriminal, baik dari kalangan elite maupun rakyat biasa,” jelasnya. Hal ini dianggap sebagai bukti bahwa Presiden Prabowo tetap menjunjung tinggi prinsip hukum meskipun di tengah berbagai tekanan politik.

Dalam wawancara dengan media, Bambang juga menyoroti bahwa banyak pejabat tinggi dalam pemerintahan Prabowo, termasuk anggota kabinet, telah diproses hukum karena terlibat dalam kasus-kasus korupsi. “Ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo tidak pernah menghindari hukum, bahkan berani mengambil tindakan tegas terhadap kader yang dianggap melanggar aturan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa Gerindra tidak pernah menyembunyikan keterlibatan anggota partainya dalam kasus hukum, dan selalu mendukung proses penegakan hukum yang independen.

Klaim Hotman Paris sebelumnya memicu spekulasi bahwa Prabowo mungkin mengintervensi kasus hukum untuk kepentingan politik. Namun, Bambang menolak anggapan ini dan menyebut bahwa semua tindakan hukum di bawah kepemimpinan Prabowo dilakukan secara profesional. “Hotman Paris mungkin ingin menyalahkan Presiden Prabowo, tetapi fakta menunjukkan bahwa keputusan hukum selalu berdasarkan bukti dan fakta,” ujarnya. Bambang juga menyinggung bahwa beberapa anggota keluarga Prabowo sendiri sudah menjadi sasaran pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi.

Gerindra terus menekankan bahwa penegakan hukum dalam pemerintahan Prabowo adalah independen dan objektif. Bambang menambahkan bahwa jika ada kasus yang melibatkan Presiden Prabowo, pihaknya akan memberikan bukti-bukti yang jelas. “Kita tidak akan diam jika ada yang mencoba mempermainkan proses hukum dengan menyebut Presiden Prabowo sebagai pelaku intervensi,” tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa Gerindra sangat memperhatikan reputasi Prabowo di mata publik dan berupaya menjaga kesan kredibilitasnya.

Dalam konteks ini, Gerindra menyerukan agar semua pihak, termasuk Hotman Paris, menjaga konsistensi dalam menyampaikan informasi. Bambang menekankan bahwa klaim tentang intervensi hukum harus didasari bukti yang kuat, bukan sekadar konspirasi atau kesan pribadi. “Kita yakin, setiap kasus yang diperiksa pasti memiliki alasan dan bukti yang jelas,” imbuhnya. Dengan demikian, Gerindra menginginkan kesadaran publik untuk memahami bahwa Prabowo tetap menjunjung tinggi keadilan, meskipun dalam beberapa kasus, ada yang mengaitkan nama beliau dengan pelanggaran hukum.

Ikut berdiskusi