Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Hasto PDIP: Pengganti Perry Warjiyo Harus Paham Stabilisasi Moneter

Nancy Jones - faktanaya.com 2 mins baca

Pemerintah telah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Surat resmi tersebut diserahkan pada hari Minggu, tanggal

Hasto PDIP: Pengganti Perry Warjiyo Harus Paham Stabilisasi Moneter

Hasto Kristiyanto: Calon Gubernur BI Baru Wajib Pahami Stabilisasi Moneter

Faktanaya.com – Pemerintah telah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Surat resmi tersebut diserahkan pada hari Minggu, tanggal 26 Juli 2026. Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BI pada Senin, 27 Juli 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi hal ini.

“Per kemarin, secara resmi kami menerima surat pengunduran diri Gubernur BI kepada Bapak Presiden,” ujar Prasetyo Hadi.

Menteri Prasetyo menambahkan bahwa pemerintah akan segera menindaklanjuti langkah tersebut melalui penerbitan surat ketetapan. Sesuai mekanisme yang berlaku, akan diterbitkan keputusan presiden sebagai bentuk penghormatan kepada Perry Warjiyo yang mengundurkan diri.

Sementara itu, posisi Gubernur BI akan diisi sementara oleh Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI. Penunjukan ini bersifat sementara hingga proses seleksi pengganti Perry Warjiyo selesai.

Harapan PDIP terhadap Calon Penerus Perry Warjiyo

Merespons kabar tersebut, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan pandangannya. Ia menekankan bahwa sosok yang akan menggantikan Perry Warjiyo harus memiliki pemahaman mendalam mengenai stabilitas moneter.

“Kalau di dalam mekanisme, karena BI adalah independen, nanti mekanismenya kan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, ada fit and proper, dan harus dicari sosok yang betul-betul memahami aspek stabilisasi moneter kita,” kata Hasto kepada wartawan pada Selasa, 28 Juli 2026.

Hasto juga berharap calon pengganti mampu mengendalikan laju inflasi serta menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil. Selain itu, ia menyoroti arah kebijakan Bank Indonesia ke depan dalam konteks ekonomi nasional.

Reaksi Pasar dan Dorongan Pemerintah

Hasto Kristiyanto mencatat bahwa pengunduran diri Perry Warjiyo memberikan respons negatif dari pasar. Ia menilai reaksi tersebut sebagai instrumen yang paling jujur dan harus diperhatikan dengan seksama.

“Bahwa reaksi pasar yang negatif ini sebagai suatu instrumen yang paling jujur yang harus kita perhatikan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Partai PDI Perjuangan mendorong pemerintah untuk segera memberikan respons terhadap dampak negatif tersebut. Tujuannya adalah membangun rasa percaya bahwa arah pembangunan ekonomi dan politik saling berkomplementer satu sama lain.

“Maka PDI Perjuangan mendorong agar dampak dari reaksi negatif itu cepat direspons oleh pemerintah, sehingga muncul suatu rasa percaya bahwa arah pembangunan ekonomi dan politik kita itu memang saling berkomplemen satu sama lain, yang juga didukung oleh keadilan dalam supremasi hukum, sehingga terjadi playing field yang sama dan tidak ada ketidakpastian dalam dunia usaha itu bisa diperkecil,” pungkas Hasto.

Ikut berdiskusi