Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Kepala BGN Sudaryono Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar

Lisa Moore - faktanaya.com 3 mins baca

Badan Gizi Nasional melalui pimpinan Sudaryono menyatakan kesiapan untuk menutup fasilitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG apabila tidak memenuhi

Kepala BGN Sudaryono Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar

Kepala BGN Sudaryono Ancam Tutup Dapur MBG yang Tidak Memenuhi Standar Gizi

Faktanaya.com – Badan Gizi Nasional melalui pimpinan Sudaryono menyatakan kesiapan untuk menutup fasilitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG apabila tidak memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Langkah tegas ini diambil meskipun pihak terkait sebelumnya telah diberikan waktu untuk melakukan perbaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Program MBG yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah ini bertujuan untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkualitas.

Kebijakan tersebut diumumkan secara langsung saat Sudaryono melakukan kunjungan mendadak ke SDN Bantarjati 9 di Kota Bogor, Jawa Barat, pada hari Jumat, 24 Juli 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan rutin yang dilakukan oleh BGN untuk memastikan seluruh dapur MBG di Indonesia beroperasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kehadiran Sudaryono langsung ke lokasi memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi operasional dapur-dapur MBG.

Proses Evaluasi Komprehensif dan Tegas

Menurut Sudaryono, tujuan utama kunjungan tersebut adalah memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai dengan standar baku yang telah ditetapkan sebelumnya. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek operasional dapur MBG, mulai dari kebersihan fasilitas hingga kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.

Kita sisir mana yang memang kurang, kita suruh perbaiki segera. Kalau enggak bisa disuruh perbaiki, enggak bisa, kita tutup. Jadi kita juga tegas, tapi di sisi lain kita juga apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan kawan-kawan semuanya,

Lebih lanjut, Sudaryono menjelaskan bahwa evaluasi tidak hanya terbatas pada kondisi fisik dapur saja. Aspek-aspek lain yang juga menjadi perhatian meliputi kualitas menu yang disajikan, proses penyajian makanan, serta tingkat penerimaan siswa terhadap hidangan yang tersedia. Setiap aspek dievaluasi dengan cermat untuk memastikan program MBG berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa.

Apakah itu dari sisi dapurnya, dari sisi menunya, dari sisi kesukaan anak-anaknya, sejauh ini pantauan oke. Kita mendengarkan saran, masukan, dan kritik,

Penambahan Materi Edukasi Gizi untuk Siswa

Selain pengawasan operasional, BGN juga berencana memperkuat aspek edukasi gizi di lingkungan sekolah. Upaya ini dilakukan dengan menambahkan materi pembelajaran baru bagi para siswa agar mereka memahami pentingnya gizi seimbang dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Materi-materi tersebut mencakup pentingnya mencuci tangan sebelum makan, pemahaman tentang kandungan gizi dalam makanan, serta pembiasaan anak-anak untuk mengonsumsi sayuran sejak usia dini. Melalui pendekatan edukatif ini, diharapkan siswa tidak hanya mendapatkan makanan bergizi tetapi juga memahami nilai-nilai kesehatan yang terkandung dalam program MBG.

Sudaryono menekankan bahwa program ini memiliki tujuan lebih besar daripada sekadar memberikan makanan secara gratis. Program ini juga bertujuan untuk membentuk kebiasaan sehat dalam mengonsumsi makanan bergizi yang akan berdampak positif bagi kesehatan generasi muda Indonesia dalam jangka panjang.

Inilah bukan makan enak gratis, bukan makan yang disukai gratis, tetapi makan bergizi gratis yang diusahakan enak dan porsinya sesuai,

Jangkauan Nasional dan Koordinasi Antar Lembaga

Hingga saat ini, tercatat sekitar 27 ribu dapur MBG telah beroperasi di berbagai wilayah di Indonesia. Sudaryono menyatakan bahwa sebagian besar dari fasilitas tersebut sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, masih terdapat beberapa dapur yang perlu ditingkatkan kualitas operasinya agar memenuhi standar yang ditetapkan.

Meskipun demikian, pengawasan akan terus ditingkatkan. BGN juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, serta dinas pendidikan untuk memastikan program berjalan optimal di seluruh Indonesia. Koordinasi yang erat antar lembaga ini diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program MBG.

Sementara itu, Sugiartini, Kepala SDN Bantarjati 9 Kota Bogor, menyampaikan bahwa program MBG memberikan dampak positif terhadap kebiasaan makan para siswa di sekolahnya. Banyak siswa yang sebelumnya tidak suka makan sayur menjadi lebih terbiasa setelah mengikuti program MBG selama beberapa bulan. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya memberikan nutrisi tetapi juga mengubah pola makan anak-anak secara positif.

Ikut berdiskusi