Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Legislator DPR Murka Eks Dirut KBS Korupsi Pakan Hewan Rp10,2 M: Keji dan Sadis!

Nancy Jones - faktanaya.com 3 mins baca

Jakarta, VIVA – Kemarahan melanda kalangan legislatif setelah terungkapnya kasus korupsi dana pakan dan perawatan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Legislator DPR Murka Eks Dirut KBS Korupsi Pakan Hewan Rp10,2 M: Keji dan Sadis!

Legislator DPR Murka Eks Dirut KBS Korupsi Pakan Hewan Rp10,2 Miliar

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Kemarahan melanda kalangan legislatif setelah terungkapnya kasus korupsi dana pakan dan perawatan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Legislator DPR Murka Eks Dirut KBS, Choirul Anwar, yang kini berstatus tersangka, dituduh menilap anggaran negara senilai Rp 10,2 miliar. Kasus ini bukan sekadar masalah keuangan, tetapi juga menyangkut nyawa satwa-satwa yang bergantung pada pengelolaan dana tersebut.

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menjadi salah satu suara paling keras menyuarakan kemarahan publik. Ia menyatakan bahwa tindakan mantan direktur utama KBS tersebut sangat keji dan sadis. Menurut Daniel, korupsi yang diduga berlangsung sejak tahun 2013 hingga 2024 ini telah menyebabkan kelaparan, penderitaan, hingga kematian sejumlah satwa ikonik di KBS.

Korupsi yang Mengorbankan Nyawa Satwa

Kasus ini menimpa satwa-satwa yang menjadi kebanggaan Indonesia, seperti gajah Dumbo, harimau Sumatera Melani, dan orang utan Bety. Daniel Johan menekankan bahwa korban korupsi kali ini adalah makhluk hidup yang tidak mampu membela diri. Hal ini menjadikan kasus ini berbeda dari korupsi di sektor pembangunan fisik lainnya.

Siapa yang tidak geram mengetahui ternyata beberapa kejadian ada hewan di KBS yang mati ternyata karena uang pakan dan pemeliharannya dikorupsi. Tindakan pelaku sangat keji dan sadis.

— Daniel Johan, Senin, 27 Juli 2026

Daniel juga menyoroti sisi moral yang kelam dari kejahatan ini. Menurutnya, merampas hak satwa yang tak berdaya adalah bentuk hilangnya rasa kemanusiaan. Ia menggambarkan betapa jahatnya perbuatan pelaku yang bahkan tidak mempedulikan hak-hak dasar makhluk hidup lainnya.

Bayangkan betapa jahat perbuatan pelaku. Hak hewan saja diambil, betapa pelaku tidak punya hati nurani. Walaupun hewan, mereka adalah makhluk hidup yang punya hak untuk diperlakukan dengan baik.

— Daniel Johan

Yang paling membuat miris menurut Daniel adalah fakta bahwa korupsi dilakukan terhadap hewan, makhluk hidup yang tidak bisa protes saat diperlakukan tidak adil. Ia menambahkan bahwa satwa-satwa di lembaga konservasi sangat bergantung pada tata kelola manusia. Keserakahan oknum pengelola secara langsung merusak sistem perlindungan satwa nasional.

Merespons penetapan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Daniel mendesak agar aparat tidak berhenti pada satu nama. Seluruh jaringan dan pihak yang menikmati aliran dana haram tersebut harus diseret ke meja hijau. Ia menekankan bahwa penegak hukum harus bisa menemukan semua pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Perkara ini harus diusut secara tuntas karena menyangkut bukan hanya kerugian keuangan negara, tetapi juga menyentuh mandat negara dalam melindungi satwa dan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Daniel berharap hukuman tegas akan diberikan kepada semua pihak yang terlibat, sehingga kasus ini tidak hanya menjadi pelajaran bagi KBS, tetapi juga bagi seluruh lembaga konservasi di Indonesia.

Kasus korupsi pakan hewan di KBS ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola lembaga konservasi. Pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel sangat penting untuk memastikan kesejahteraan satwa-satwa yang menjadi tanggung jawab mereka. Legislator DPR Murka Eks Dirut KBS ini berharap agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.

Ikut berdiskusi