Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Main Agenda: Basuki Buka Suara soal Isu IKN Jadi Lokasi Pusat Finansial Internasional, Tegaskan Belum Ada Keputusan

Nancy Jones - faktanaya.com 3 mins baca

Basuki Buka Suara: IKN Jadi Lokasi PFII? Belum Ada Keputusan Main Agenda – Jakarta, VIVA – Basuki Hadimuljono, yang menjabat sebagai kepala Otorita Ibu Kota

Main Agenda: Basuki Buka Suara soal Isu IKN Jadi Lokasi Pusat Finansial Internasional, Tegaskan Belum Ada Keputusan

Basuki Buka Suara: IKN Jadi Lokasi PFII? Belum Ada Keputusan

Main Agenda – Jakarta, VIVA – Basuki Hadimuljono, yang menjabat sebagai kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), memberikan pernyataan resmi terkait isu bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal menjadi lokasi utama untuk Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Pernyataan tersebut disampaikan menjawab spekulasi yang beredar di publik, namun Basuki menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai lokasi PFII masih menunggu persetujuan pemerintah.

“Lokasi PFII adalah keputusan yang diambil oleh pemerintah pusat. Sementara itu, OIKN sedang fokus pada pengembangan infrastruktur dan kawasan ekonomi di IKN. Jadi, hingga saat ini belum ada keputusan definitif mengenai PFII,” jelas Basuki saat diwawancara di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Basuki menambahkan bahwa wewenang penentuan lokasi PFII sepenuhnya berada di tangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan lembaga terkait. Ia juga menyampaikan bahwa meskipun OIKN belum bisa menyatakan keputusan final, kawasan IKN telah dilengkapi dengan area yang potensial menjadi pusat keuangan. Hal ini menunjukkan komitmen OIKN dalam mendukung pembangunan sektor finansial nasional.

Proses Penentuan Lokasi PFII

Pembahasan mengenai lokasi PFII masih berlangsung intensif antara pemerintah dan Komisi XI DPR RI. Basuki menyatakan bahwa OIKN menjadi mitra yang aktif dalam diskusi ini, dengan mengusulkan beberapa pilihan lokasi yang strategis. Namun, ia menekankan bahwa hasil final harus diputuskan oleh pemerintah, mengingat PFII merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

“Keputusan tentang PFII akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti aksesibilitas, ketersediaan lahan, dan kemudahan pengembangan infrastruktur. IKN telah mempersiapkan sejumlah area yang bisa menjadi pilihan, termasuk kawasan financial center yang sedang dioperasikan,” tutur Basuki dalam wawancara terpisah.

Menurut Basuki, keberadaan kawasan financial center di IKN merupakan langkah awal untuk membangun ekosistem bisnis dan keuangan yang lebih kuat. Ia juga menjelaskan bahwa area ini akan menjadi bagian dari Rencana Pengembangan IKN yang terdiri dari beberapa zona fungsional, seperti kawasan bisnis, jasa, dan investasi.

Kesiapan Infrastruktur IKN untuk PFII

Pengembangan IKN tidak hanya terfokus pada ruang fisik, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur pendukung untuk sektor keuangan. Basuki menyebutkan bahwa beberapa proyek krusial, seperti jalan raya, jembatan, dan kawasan industri, sedang berjalan sesuai jadwal. Ia berharap keberadaan PFII bisa mempercepat pemanfaatan kawasan tersebut.

Berdasarkan data yang diungkapkan OIKN, kawasan financial center di IKN terletak di Wilayah Pengembangan Kedua, yang totalnya mencakup 252.000 hektare. Area ini diperkirakan akan memiliki kapasitas pengembangan sekitar 3.000 hektare untuk sektor bisnis-keuangan. Basuki mengatakan bahwa konsep ini dirancang agar IKN bisa menjadi pusat keuangan nasional yang sejajar dengan Sudirman Central Business District (SCBD) di Jakarta.

Di sisi lain, Basuki memastikan bahwa OIKN tetap berperan aktif dalam memastikan keberhasilan PFII. Ia menyoroti bahwa kawasan tersebut tidak hanya menampung institusi perbankan, tetapi juga akan menjadi tempat untuk lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan layanan finansial lainnya. Selain itu, ia berharap PFII bisa mendorong pertumbuhan ekonomi regional serta menarik investasi asing.

Ikut berdiskusi