Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Main Agenda: Prabowo Minta BGN Pembenahan Program MBG Dikebut dalam 30 Hari

Robert Jones - faktanaya.com 3 mins baca

Main Agenda: Prabowo Beri Tenggat Waktu 30 Hari untuk Revisi Program MBG Main Agenda - Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan penting

Main Agenda: Prabowo Minta BGN Pembenahan Program MBG Dikebut dalam 30 Hari

Main Agenda: Prabowo Beri Tenggat Waktu 30 Hari untuk Revisi Program MBG

Main Agenda – Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan penting kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, mengenai percepatan pembenahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa revisi terhadap struktur dan implementasi MBG harus selesai dalam waktu 30 hari untuk memastikan program ini bisa berjalan lebih efektif hingga bulan Agustus 2026. Prabowo menilai perbaikan ini penting agar keberhasilan MBG dapat mencapai tingkat maksimal dan melayani kebutuhan masyarakat secara optimal.

Upaya Pembenahan Struktur Program MBG

Rapat dengar pendapat yang dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintahan tersebut menjadi momentum untuk menganalisis progres program MBG. Prabowo meminta BGN menggali masukan dari semua pihak, terutama dalam mengatasi hambatan yang ditemui selama pelaksanaannya. Ia menyampaikan, “Kita diberikan waktu untuk menata kembali, khususnya yang persoalan yang dalam waktu dekat ini selama 30 hari saya sampaikan tadi,” ujar Trenggono, Wakil Kepala BGN, usai pertemuan. Ia menekankan bahwa evaluasi ini bukan hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga perbaikan sistemik yang menjangkau segala aspek terkait distribusi bantuan makanan.

Dalam konteks ini, Prabowo meminta BGN untuk mempercepat proses koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ia menyoroti bahwa keberhasilan MBG bergantung pada keterlibatan aktif dari seluruh sektor, termasuk lembaga keuangan, distribusi logistik, dan pengawasan dari Komisi IX. “Mulai kemarin pada saat ratas hari Rabu ya. Tanggal berapa? Tanggal 15 (15 Juli 2026) ya,” kata Trenggono, menjelaskan bahwa pembahasan ini dimulai setelah penilaian awal yang menunjukkan adanya kelemahan di beberapa wilayah. Ia menyebutkan bahwa revisi ini akan fokus pada pengelolaan rantai pasok dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Detail Evaluasi dan Penghentian Kerja Sama Sementara

Pembenahan MBG yang diminta Prabowo mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan distribusi makanan bergizi. Menurut Trenggono, evaluasi ini akan mencakup peninjauan terhadap SPPG (Surat Pemberitahuan Penerimaan Pangan Bergizi) di wilayah-wilayah yang masih terpencil, terdepan, dan terluar. Ia menjelaskan bahwa pemutusan kerja sama sementara dengan mitra tertentu merupakan langkah yang diambil sebagai bagian dari upaya optimalisasi program. “Kemarin keluhan dari mitra, ya datang ke sini untuk menyampaikan unek-uneknya dan sebagainya. Yang jelas kita menjawab bahwa tentang penghentian sementara ini bukan seterusnya, jadi penghentian sementara. Kita berikan waktu dong untuk menata kembali,” ujarnya.

Kerja sama yang dihentikan sementara tersebut tidak berdampak pada pengoperasionalan MBG secara keseluruhan. BGN menegaskan bahwa revisi tidak akan menghentikan distribusi bantuan makanan, tetapi justru memperkuat koordinasi dan transparansi dalam pengelolaannya. Trenggono menyatakan bahwa proses evaluasi juga mencakup perbaikan mekanisme pengawasan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap manfaat program ini. Ia menambahkan bahwa target revisi 30 hari diharapkan bisa memberikan dampak signifikan dalam pengelolaan MBG, terutama di daerah-daerah yang kurang optimal dalam penerapan kebijakan tersebut.

Sebagai langkah konkrit, BGN telah memulai diskusi dengan mitra-mitra strategis untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang menghambat pelaksanaan MBG. Trenggono menjelaskan bahwa ada beberapa aspek yang menjadi perhatian utama, seperti kelancaran distribusi, ketersediaan stok pangan, dan kejelasan kriteria penerima bantuan. “Dalam 30 hari ini, kita akan memastikan semua masalah diakali dan dipecahkan agar program ini bisa terus berjalan dengan baik,” katanya. Pembenahan ini juga diharapkan bisa meningkatkan kepuasan masyarakat yang terlayani oleh MBG, terutama di daerah-daerah terpencil yang seringkali mengalami kesulitan dalam akses pangan.

Menu MBG Photo: Ist

Prabowo menekankan bahwa keberhasilan MBG merupakan bagian dari Main Agenda pemerintahan jangka panjangnya. Ia menilai program ini bisa menjadi tulang punggung dalam mengatasi masalah gizi dan kesehatan di masyarakat, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. “Kita ingin agar MBG bisa berjalan secara berkelanjutan, karena ini bukan hanya sekadar bantuan sementara, tetapi kebijakan yang bisa memberikan dampak jangka panjang,” ujarnya. Dalam rapat terbatas (ratas) di Hambalang pada Rabu, 15 Juli 2026, Prabowo juga menyoroti pentingnya melibatkan kementerian dan lembaga terkait dalam memastikan koordinasi yang lebih baik.

Ikut berdiskusi