Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Meeting Results: Dugaan Pemberian Uang Rp20 Juta ke Ketua BEM FH UBK, Gerindra: Jangan Memecah Belah Presiden dan Wapres

Christopher Hernandez - faktanaya.com 4 mins baca

Meeting Results: Dugaan Pemberian Uang Rp20 Juta ke Ketua BEM FH UBK, Gerindra Jangan Memecah Belah Presiden dan Wapres Meeting Results - Hasil pertemuan

Meeting Results: Dugaan Pemberian Uang Rp20 Juta ke Ketua BEM FH UBK, Gerindra: Jangan Memecah Belah Presiden dan Wapres

Meeting Results: Dugaan Pemberian Uang Rp20 Juta ke Ketua BEM FH UBK, Gerindra Jangan Memecah Belah Presiden dan Wapres

Meeting Results – Hasil pertemuan antara Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdi Maludin, dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan setelah dugaan pemberian dana sebesar Rp20 juta kepada sang ketua diberitakan oleh berbagai media. Dalam sebuah konferensi pers, Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR RI, Bambang Haryadi, memastikan bahwa klaim tersebut hanya diakui oleh pihak BEM sendiri, sementara ia menegaskan bahwa Wapres Gibran tidak terlibat dalam transaksi tersebut.

Poin-Poin Hasil Pertemuan dengan Wakil Presiden

Pertemuan antara perwakilan mahasiswa dan Wapres Gibran yang berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026, dinilai sebagai momentum penting untuk mendiskusikan berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Bambang Haryadi mengungkapkan bahwa selama pertemuan tersebut, Gibran diberikan informasi mengenai tuntutan mahasiswa yang terkait dengan kebijakan nasional, termasuk isu tindakan korupsi di sektor pendidikan. “Selama diskusi, Wapres Gibran menunjukkan kepedulian tinggi terhadap aspirasi mahasiswa dan menawarkan dukungan untuk poin-poin penting yang dibawa dalam hasil pertemuan,” jelas Bambang kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Bambang, keberadaan dana Rp20 juta yang diberikan kepada Ketua BEM FH UBK segera menjadi bahan pertanyaan. “Poin-poin hasil pertemuan ini seharusnya menjadi bentuk kepercayaan, bukan alasan untuk menyalahkan pihak-pihak yang dianggap mendukung kebijakan nasional,” tambahnya. Namun, ia mengakui bahwa dana tersebut kemungkinan berasal dari pihak ketiga yang ingin memperkuat koordinasi antara mahasiswa dan pemerintah.

“Kita belum tahu pasti soal itu. Pengakuan ini hanya datang dari pihak mahasiswa yang terlibat sebagai Ketua BEM FH UBK,” kata Bambang, menegaskan bahwa tidak ada bukti langsung mengenai keterlibatan Wapres Gibran dalam pemberian dana tersebut. Ia menambahkan, ada kemungkinan pihak ketiga menjadi penyebab dana tersebut, sehingga isu ini tidak seharusnya digunakan untuk memecah persatuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran.

Gerindra Mengingatkan untuk Jangan Memecah Belah Hubungan Kepemimpinan

Bambang Haryadi meminta publik agar tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa dana Rp20 juta menjadi alat untuk memecah belah hubungan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. “Saya yakin mungkin ada pihak-pihak lain yang tidak kita ketahui. Jadi, jangan sampai isu ini menjadi upaya memecah belah atau menciptakan ketegangan antara Presiden dan Wakil Presiden,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa hasil pertemuan antara BEM FH UBK dan Wapres Gibran harus dilihat secara proporsional, tanpa mengabaikan keharmonisan yang selama ini terjaga antara kedua tokoh tersebut.

Dalam konteks politik, Bambang mengingatkan bahwa keberadaan dana Rp20 juta bisa saja terkait dengan peran partai Gerindra dalam mendukung kebijakan pemerintah. “Gerindra adalah bagian dari koalisi yang memberikan dukungan besar kepada Presiden Prabowo. Jadi, hasil pertemuan ini tidak bisa dianggap sebagai ancaman terhadap hubungan pemerintahan,” lanjutnya. Ia juga menyoroti bahwa Gibran, sebagai ketua umum dari Partai Gerindra, memperkuat posisi pemerintahan dengan menghadiri aksi unjuk rasa mahasiswa.

Sebelumnya, koordinator aksi sekaligus Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdi Maludin, mengakui penerimaan dana Rp20 juta setelah pertemuan dengan Gibran dan meminta maaf kepada publik. “Saya berharap masyarakat memahami bahwa dana tersebut hanya untuk keperluan koordinasi, bukan bentuk suap atau intervensi,” ujarnya. Dalam deklarasi tersebut, Abdi juga menyebutkan bahwa hasil pertemuan membawa dampak positif terhadap dialog antara lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah.

Hasil pertemuan ini menjadi bahan perdebatan di kalangan publik. Sebagian memandang bahwa dana Rp20 juta menunjukkan keterlibatan aktif partai dalam kegiatan BEM, sementara pihak lain mengkhawatirkan bahwa ini bisa dianggap sebagai upaya memecah belah. “Hasil pertemuan ini bisa menjadi bagian dari strategi politik, tetapi harus dipertahankan transparansi agar tidak disalahartikan,” kata seorang anggota BEM lainnya yang enggan disebutkan nama. Poin-poin hasil rapat juga diharapkan bisa menjadi dasar untuk peningkatan kualitas kebijakan pendidikan nasional.

Bambang Haryadi menegaskan bahwa keberadaan dana Rp20 juta tidak mengubah posisi partai Gerindra dalam mendukung Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. “Kita tetap percaya pada integritas dan keharmonisan hubungan antara kedua tokoh ini. Hasil pertemuan ini adalah bentuk kerja sama, bukan konflik,” katanya. Ia menambahkan bahwa dana tersebut bisa saja berasal dari sponsor atau pihak internal partai yang ingin memperkuat hubungan antara BEM FH UBK dan pemerintah.

Sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan, Gibran Rakabuming Raka mengeluarkan pernyataan bahwa ia siap memberikan dukungan terhadap kebijakan yang dianggap tepat untuk kemajuan bangsa. “Hasil pertemuan dengan BEM FH UBK menunjukkan bahwa ada kesadaran dari mahasiswa tentang pentingnya partisipasi dalam pembuatan kebijakan nasional,” ujarnya. Meski demikian, ia berharap isu dana Rp20 juta tidak mengganggu fokus perjuangan ke depan, terutama dalam upaya memperkuat koalisi politik dan keberhasilan pemerintahan.

Ikut berdiskusi