Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Nanik Pilih Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, tapi Masih Jabat Komisaris Pertamina

Christopher Hernandez - faktanaya.com 3 mins baca

Jakarta – Nanik S Deyang telah resmi mengundurkan diri dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini diambil setelah ia mengalami masalah

Nanik Pilih Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, tapi Masih Jabat Komisaris Pertamina

Nanik Pilih Mundur dari Kepala BGN, Tetap di Pertamina

Faktanaya.com – Jakarta – Nanik S Deyang telah resmi mengundurkan diri dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini diambil setelah ia mengalami masalah kesehatan yang memerlukan penanganan khusus. Dengan keputusan ini, Nanik Pilih Mundur dari Kepala BGN untuk fokus pada pemulihan kondisi tubuhnya. Ia berencana menjalani perawatan medis di luar negeri selama beberapa waktu ke depan.

Proses Pengunduran Diri

Nanik baru saja memimpin BGN selama kurang lebih satu setengah bulan sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026 di Istana Negara. Keputusan untuk mundur tersebut diresmikan melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Dalam pesan yang dibagikan, ia menjelaskan bahwa keinginannya untuk mengundurkan diri telah disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo.

“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,” tulis Nanik.

Presiden Prabowo merespons dengan penuh pengertian atas kondisi yang dihadapi Nanik. Meskipun telah menerima pengunduran diri, Presiden meminta Nanik untuk tetap terlibat dalam pengawasan operasional BGN. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap kemampuan dan dedikasi Nanik dalam menjalankan tugas-tugas penting.

Perjalanan Pengobatan ke Luar Negeri

Nanik mengakui bahwa keputusan untuk meninggalkan posisinya bukanlah hal yang mudah. Pada hari yang sama dengan pengumuman pengunduran diri, ia telah berangkat ke luar negeri untuk menjalani serangkaian pemeriksaan medis lanjutan. Menurut keterangan resmi, langkah ini diambil bukan karena keraguan terhadap kualitas layanan kesehatan di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan pendapat medis tambahan dari spesialis internasional.

“Ini bukan karena tidak percaya dokter yg hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju,” katanya.

Hasil pemeriksaan medis sebelumnya menunjukkan adanya sumbatan pada arteri jantung Nanik. Ia menyebutkan bahwa kombinasi antara kolesterol tinggi dan tekanan pekerjaan selama memimpin BGN menjadi pemicu utama kondisi kesehatannya. Beban tanggung jawab mengelola anggaran negara dalam jumlah besar juga menjadi sumber tekanan terbesar bagi dirinya.

Komitmen di Pertamina

Sementara itu, dalam kapasitasnya sebagai anggota dewan, Nanik masih tercatat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Penunjukan ini telah berlangsung sejak 12 Juni 2025 berdasarkan keputusan Menteri BUMN yang bertujuan memperkuat fungsi pengawasan serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Dengan demikian, Nanik tidak sepenuhnya meninggalkan dunia pemerintahan dan bisnis nasional.

Nanik juga mengungkapkan bahwa ia memastikan setiap dokumen penting tidak pernah ditandatangani sendiri, melainkan melalui proses pemeriksaan dan paraf dari dua wakil kepala. Prosedur ini dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan dan memastikan akurasi setiap keputusan yang diambil selama masa jabatannya di BGN.

“Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa,” tulis Nanik.

Dengan tetap menjabat sebagai Komisaris Pertamina, Nanik berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi kedua institusi. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini. Semoga proses pemulihan kesehatan yang dijalani dapat berjalan lancar dan ia dapat kembali aktif dalam berbagai kegiatan profesionalnya.

Ikut berdiskusi