Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Polri Diimbau Waspadai Serangan Balik Koruptor Usai Ungkap Kasus Febrie Adriansyah

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 2 mins baca

Jakarta, VIVA – Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, secara resmi mengimbau agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) lebih

Polri Diimbau Waspadai Serangan Balik Koruptor Usai Ungkap Kasus Febrie Adriansyah

Polri Diimbau Waspadai Serangan Balik Koruptor

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, secara resmi mengimbau agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) lebih waspada terhadap kemungkinan serangan balik dari para koruptor. Seruan ini muncul setelah pengungkapan kasus dugaan korupsi serta tindak pidana pencucian uang yang melibatkan eks Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga konsistensi proses penegakan hukum.

Boyamin menekankan bahwa institusi kepolisian harus tetap fokus pada tugas utamanya. Ia mengkhawatirkan adanya upaya dari pihak-pihak tertentu untuk mengalihkan perhatian publik melalui berbagai strategi, termasuk penyebaran informasi palsu di media sosial. Serangan balik ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga seluruh institusi kepolisian.

Strategi Serangan Balik Melalui Media Sosial

Berdasarkan analisis Boyamin, gelombang hoaks dan fitnah yang beredar di platform media sosial kemungkinan besar merupakan bagian dari strategi terkoordinasi. Tujuannya jelas, yaitu mengalihkan perhatian masyarakat dari proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Sindikat buzzer yang telah beroperasi sejak tahun 2024 dilaporkan aktif memproduksi konten-konten palsu.

“Menurut saya Polri harus tetap fokus mengusut tuntas kasus korupsi. Jangan terpengaruh dengan serangan balik para koruptor yang mengincar polri dan pimpinan Polri,” kata Boyamin saat dihubungi awak media, Jakarta, Kamis 30 Juli 2026.

Operasi penindakan yang dilakukan Polda Metro Jaya telah berhasil membongkar jaringan buzzer tersebut. Delapan tersangka telah ditangkap, sementara penyelidikan terhadap pihak-pihak yang memesan jasa sindikat masih terus berlangsung. Nilai keuntungan yang diraih oleh sindikat ini mencapai ratusan juta rupiah.

Dukungan Penuh dari Presiden Prabowo

Boyamin juga menyoroti pentingnya dukungan politik dalam pemberantasan korupsi. Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan dukungan tegas terhadap langkah-langkah pemberantasan praktik rasuah. Dukungan ini menjadi modal penting bagi Polri dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk serangan balik dari koruptor.

“Karena nyatanya KPK ga berani, sudah saya lapori dua tahun yang lalu, ga berani ngapa-ngapain. Ternyata oleh Polisi dengan silentnya tiba-tiba jeder membongkar ini semua. Jadi perlu diapresiasi,” tutur Boyamin.

Apresiasi juga disampaikan Boyamin terhadap kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menilai bahwa Polri telah menunjukkan ketegasan dalam mengusut kasus korupsi, termasuk kasus Febrie Adriansyah yang nilainya cukup fantastis. Prestasi ini sejalan dengan berbagai program yang digagas pemerintah.

“Tapi ketika bicara prestasi, ketika bicara kinerja, menurut saya masih oke semua. Baik berkaitan dapur MBG, ketahanan pangan jagung, juga memperbaiki kinerja manajemen kepolisian, melayani masyarakat terus juga apapun prestasi memberantas korupsi membongkar korupsinya Febrie Adriansyah yang nilainya cukup fantastis itu,” ujar Boyamin.

Mengenai kemungkinan pergantian Kapolri, Boyamin berpendapat bahwa belum ada urgensi untuk hal tersebut. Penggantian justru dapat memberikan kesan bahwa pemerintah tidak mendukung pemberantasan korupsi yang sedang ditangani secara intensif oleh Kortas Tipikor Polri.

“Karena kalau diganti kesannya tidak mendukung pemberantasan korupsi yang sedang ditangani getolnya oleh Kortas Tipikor Polri,” ucap Boyamin.

Ikut berdiskusi