TNI Berhasil Evakuasi Korban Penembakan OPM dari Jurang Sedalam 50 Mete di Yahukimor
Jakarta, VIVA – Operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan oleh Tim Koops TNI Habema di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, telah mencapai
TNI Evakuasi Korban OPM dari Jurang 50 Meter Yahukimo
Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan oleh Tim Koops TNI Habema di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, telah mencapai hasil signifikan. TNI Berhasil Evakuasi Korban Penembakan OPM dari dasar jurang yang memiliki kedalaman mencapai 50 meter. Jenazah Teina Alya, seorang warga sipil asal Una Ukam, ditemukan tergeletak di lokasi yang cukup sulit dijangkau setelah dilakukan penyisiran intensif di kawasan longsoran Kali Kolof.
Lokasi Penemuan yang Menantang
Proses penemuan jenazah ini memakan waktu setelah personel TNI melakukan pencarian menyeluruh di sekitar area kejadian. Jenazah Teina Alya ditemukan pada jarak sekitar 100 meter dari titik di mana aksi penembakan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka berlangsung. Yang menjadi perhatian khusus adalah posisi jenazah yang berada di dasar jurang dengan kedalaman luar biasa, yaitu 50 meter dari permukaan tanah.
Kondisi medan yang curam dan terjal di lokasi tersebut memberikan indikasi kuat bahwa kelompok OPM mungkin telah melakukan upaya untuk menyembunyikan atau menghilangkan jejak korban. Tebing-tebing yang menjulang tinggi di sekitar area longsoran membuat akses menuju dasar jurang menjadi sangat terbatas dan memerlukan teknik khusus untuk mencapai lokasi.
Teknik Evakuasi yang Digunakan
Untuk mengevakuasi jenazah dari kedalaman 50 meter, tim TNI menggunakan metode vertical rescue atau yang lebih dikenal dengan teknik rappelling. Metode ini memungkinkan personel untuk menuruni tebing dengan aman menggunakan tali dan peralatan khusus. Proses ini memerlukan koordinasi yang baik antara berbagai anggota tim serta ketelitian tinggi mengingat kondisi medan yang tidak stabil.
Hal mengindikasikan adanya upaya untuk menghilangkan jenazah yang dilakukan oleh kelompok OPM. Medan yang dihadapi bukanlah medan yang mudah. Lokasi jenazah berada di dasar longsoran dengan tebing yang curam, sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling.
Langkah Keamanan Sebelum Evakuasi
Sebelum memulai operasi evakuasi jenazah, personel TNI mengambil langkah-langkah preventif untuk mengamankan berbagai titik strategis di sekitar area. Personel ditempatkan di posisi-posisi ketinggian untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan dari kelompok OPM yang masih berada di sekitar lokasi. Pengamanan ini bertujuan untuk memastikan situasi benar-benar kondusif selama proses evakuasi berlangsung.
Sebelum proses evakuasi dilakukan, personel terlebih dahulu menguasai titik-titik ketinggian di sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman dari potensi gangguan.
Permintaan Keluarga dan Proses Evakuasi
Proses evakuasi jenazah Teina Alya dilakukan setelah pihak TNI menerima permintaan langsung dari keluarga korban. Permintaan tersebut disampaikan oleh Bison Male, yang menjabat sebagai Kepala Suku Una Ukam sekaligus Kepala Distrik Bomale. Permintaan ini disampaikan melalui Kodim Yahukimo dengan tujuan agar jenazah dapat segera dimakamkan oleh pihak keluarga.
Bapak Bison Male mewakili keluarga Almarhumah Teina Alya, yang berisi permohonan bantuan evakuasi kepada pihak TNI melalui Kodim Yahukimo karena akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga.
Kronologi dan Identitas Korban
Aksi penembakan yang menewaskan Teina Alya dan dua korban lainnya terjadi pada hari Senin, tanggal 20 Juli 2026. Kejadian ini berlangsung di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo menjadi pelaku dalam aksi penembakan yang menargetkan warga sipil di wilayah tersebut.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Infanteri M. Wirya Arthadiguna, memberikan keterangan resmi mengenai proses evakuasi yang telah dilakukan. Dalam keterangannya pada Sabtu, 1 Agustus 2026, beliau menegaskan bahwa Teina Alya merupakan warga sipil yang menjadi salah satu dari tiga korban penembakan oleh kelompok OPM.
Perlu kami sampaikan bahwa korban atas nama Teina Alya, asal Una Ukam, merupakan warga sipil yang menjadi bagian dari salah satu dari tiga korban penembakan oleh kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo.
Operasi evakuasi ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam melindungi dan membantu masyarakat di wilayah Papua Pegunungan. Dengan TNI Berhasil Evakuasi Korban Penembakan OPM dari jurang sedalam 50 meter, keluarga korban kini dapat melakukan prosesi pemakaman sesuai dengan adat dan kepercayaan yang dianut. Proses evakuasi ini juga menunjukkan kemampuan dan profesionalisme personel TNI dalam menghadapi berbagai tantangan medan yang sulit di wilayah operasi mereka.