Otomotif

Mobil Dua Jantung, Bisa Jalan Pakai Listrik dan Bensin

69e8ba9825a69-mobil-baru-wuling-eksion_gemini_1265_711

SUV Plug-in Hybrid Menawarkan Pilihan Listrik dan Bensin dalam Satu Kendaraan

Faktanaya.com – Kendaraan elektrifikasi tidak selalu mengharuskan penggunanya memilih satu jalur energi saja. Di tengah pilihan mobil listrik yang mengandalkan pengisian daya di SPKLU dan kendaraan bensin yang mengisi bahan bakar di SPBU, plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV hadir dengan pendekatan berbeda: baterai dapat dicas dari sumber listrik eksternal, sementara mesin bensin tetap tersedia untuk mendukung perjalanan.

Konsep ini diterapkan pada Eksion PHEV, SUV berkapasitas tujuh penumpang yang memadukan motor listrik dengan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE). Perpaduan tersebut membuat kendaraan memiliki dua sumber penggerak yang dapat digunakan sesuai kebutuhan perjalanan dan kondisi berkendara.

Bagi keluarga, konfigurasi seperti ini memberi fleksibilitas yang relevan untuk aktivitas harian maupun perjalanan bersama. Saat energi baterai mencukupi dan kondisi memungkinkan, mobil dapat memanfaatkan tenaga listrik. Ketika perjalanan membutuhkan jangkauan lebih jauh atau diperlukan dukungan tambahan, mesin bensin dapat mengambil peran bersama sistem elektrifikasi.

Cara Kerja Sistem PHEV

PHEV memiliki baterai yang dapat diisi melalui pasokan listrik dari luar kendaraan. Energi yang tersimpan kemudian digunakan oleh motor listrik untuk menggerakkan mobil dalam situasi tertentu. Inilah perbedaan utama dibandingkan hybrid biasa, karena baterai pada PHEV dirancang untuk menerima pengisian dari sumber eksternal.

Mesin bensin tidak dihilangkan dari sistem ini. Keberadaannya menjadi penopang ketika daya listrik tidak menjadi satu-satunya pilihan paling sesuai, terutama dalam kebutuhan perjalanan yang lebih panjang. Sistem kendaraan dapat mengatur penggunaan motor listrik, mesin pembakaran, atau kombinasi keduanya agar penyaluran tenaga mengikuti kebutuhan saat mobil melaju.

Dengan begitu, pengemudi tidak perlu memandang PHEV semata-mata sebagai mobil listrik atau mobil bensin. Teknologi ini berada di antara keduanya, dengan kemampuan menggunakan listrik yang tersimpan di baterai sekaligus tetap membawa cadangan tenaga dari bahan bakar bensin.

LING Power pada Eksion PHEV

Pada Eksion PHEV, pengaturan tenaga didukung teknologi LING Power. Sistem ini mencakup dedicated hybrid engine, motor listrik, serta Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Ketiga komponen tersebut dirancang untuk bekerja secara terintegrasi dalam menentukan bagaimana tenaga disalurkan ke kendaraan.

Dedicated hybrid engine berperan sebagai mesin yang disiapkan untuk kebutuhan sistem hybrid, sedangkan motor listrik memanfaatkan energi dari baterai. DHT menjadi bagian penting dalam mengelola kerja dua sumber tenaga tersebut. Dalam praktiknya, pengemudi tidak perlu mengatur seluruh proses teknis secara manual karena sistem akan menyesuaikan penggunaan tenaga dengan kondisi berkendara.

Pendekatan ini memberi gambaran bahwa teknologi hybrid tidak hanya soal menambahkan motor listrik pada kendaraan bermesin bensin. Pengelolaan mesin, baterai, motor, dan transmisi perlu berjalan sebagai satu kesatuan agar perpindahan atau kombinasi sumber tenaga dapat mendukung perjalanan secara efektif.

Mode Berkendara dan Prioritas Energi

Eksion PHEV menyediakan pilihan karakter berkendara Eco, Normal, dan Sport. Masing-masing mode ditujukan untuk memberikan respons berkendara yang berbeda sesuai preferensi pengemudi. Eco dapat dipilih ketika prioritasnya adalah penggunaan tenaga yang lebih efisien, Normal untuk kebutuhan berkendara sehari-hari, sedangkan Sport memberi karakter respons yang berbeda saat diperlukan.

Selain pilihan karakter berkendara, tersedia pula mode pengelolaan energi berupa EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority. Opsi ini memungkinkan pengemudi menentukan sumber tenaga yang ingin lebih diutamakan dalam penggunaan kendaraan.

EV Max dan EV First berkaitan dengan pemanfaatan tenaga listrik sebagai prioritas. Pilihan seperti ini dapat dipertimbangkan untuk mobilitas rutin ketika baterai telah terisi. Sebaliknya, mode Hybrid memberi ruang bagi sistem untuk mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin. Fuel Priority juga tersedia bagi pengemudi yang ingin mengatur prioritas penggunaan energi sesuai rencana perjalanan.

Perbedaan mode tersebut membuat pengalaman memakai PHEV menjadi lebih adaptif. Rute perjalanan, kesiapan baterai, serta kebutuhan tenaga dapat menjadi pertimbangan sebelum pengemudi menentukan mode yang digunakan. Artinya, pengoperasian kendaraan tidak hanya bergantung pada satu kebiasaan pengisian energi.

Opsi Mobilitas untuk Keluarga

Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors, menyampaikan bahwa Eksion PHEV disiapkan sebagai SUV tujuh penumpang yang dapat menjawab kebutuhan mobilitas keluarga, baik untuk penggunaan rutin maupun perjalanan bersama.

“Kehadiran Eksion PHEV sebagai SUV 7-seater dari Wuling memberikan keleluasaan bagi keluarga untuk berkendara lebih bebas, baik dalam menunjang mobilitas sehari-hari maupun perjalanan bersama keluarga,” ujarnya, Jumat 18 September 2026.

Kapasitas tujuh penumpang menempatkan SUV ini dalam kebutuhan penggunaan bersama keluarga. Dalam konteks tersebut, sistem PHEV menawarkan pilihan yang menarik karena pengemudi dapat memanfaatkan pengisian listrik untuk penggunaan tertentu tanpa sepenuhnya meninggalkan mesin bensin untuk perjalanan yang memerlukan dukungan jarak lebih jauh.

Bagi calon pengguna, hal utama yang perlu dipahami adalah pola penggunaan kendaraan. Pengisian baterai dari sumber eksternal menjadi bagian dari pengalaman memiliki PHEV. Sementara itu, keberadaan tangki bensin dan mesin pembakaran memberi alternatif saat kondisi perjalanan tidak memungkinkan hanya mengandalkan energi listrik.

PHEV pada akhirnya menawarkan dua pendekatan dalam satu kendaraan. Baterai dan motor listrik menyediakan opsi penggerak berbasis listrik, sedangkan mesin bensin tetap siap mendukung perjalanan ketika dibutuhkan. Melalui sistem LING Power, pilihan mode berkendara, serta pengaturan prioritas energi, Eksion PHEV memperlihatkan bagaimana SUV tujuh penumpang dapat menggabungkan dua sumber tenaga dalam satu paket mobilitas.

Frequently Asked Questions

What is Mobil Dua Jantung Bisa Jalan Pakai?

Mobil Dua Jantung Bisa Jalan Pakai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mobil Dua Jantung Bisa Jalan Pakai matter?

Mobil Dua Jantung Bisa Jalan Pakai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *