Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Dunia

Fakta di Balik Ribuan Imigran Berenang Menuju Ceuta, Spanyol

Betty Smith - faktanaya.com 2 mins baca

Sejumlah besar migran terlihat melintasi wilayah Ceuta, sebuah teritori kecil Spanyol yang terletak di benua Afrika. Dokumentasi visual yang tersebar

Fakta di Balik Ribuan Imigran Berenang Menuju Ceuta, Spanyol

Ribuan Migran Berenang Menuju Ceuta: Apa yang Terjadi?

Faktanaya.com – Sejumlah besar migran terlihat melintasi wilayah Ceuta, sebuah teritori kecil Spanyol yang terletak di benua Afrika. Dokumentasi visual yang tersebar menunjukkan kerumunan manusia, mayoritas warga Maroko, sedang berjalan melewati pemecah gelombang di tepi pantai perkotaan. Lokasi tersebut berada dekat dengan pos pemeriksaan perbatasan yang memisahkan Ceuta dari Maroko. Setelah melewati area tersebut, mereka melanjutkan perjalanan ke dalam jaringan jalan di wilayah Ceuta.

Kenaikan drastis jumlah penyeberang terjadi sehari setelah gelombang migran sebelumnya yang mencoba mencapai kantong tersebut, dengan banyak yang memilih cara berenang. Hingga saat ini, penyebab pasti mengapa begitu banyak orang berusaha masuk ke Ceuta secara bersamaan masih belum terungkap jelas.

Menanggapi situasi ini, pemerintah Spanyol memutuskan untuk mengirimkan pasukan Angkatan Bersenjata guna memperkuat Garda Sipil yang saat ini bertugas di Ceuta. Selain itu, Perdana Menteri Pedro Sánchez juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke wilayah tersebut pada hari Jumat mendatang.

Profil dan Sejarah Ceuta

Berikut adalah informasi penting mengenai Ceuta dan konteks situasi terkini, sebagaimana dirangkum dari AP News pada Jumat, 31 Juli 2026:

Ceuta dan Melilla merupakan wilayah Spanyol yang lebih luas, dengan Melilla terletak sekitar 400 kilometer di sebelah timur Ceuta. Keduanya berada di pesisir utara Laut Mediterania, tepat di ujung Benua Afrika. Sebagai kota otonom, keduanya menjadi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan benua Afrika.

Ceuta telah berada di bawah yurisdiksi Spanyol sejak tahun 1580. Kota ini dihuni oleh masyarakat yang sangat beragam, mencakup pemeluk agama Kristen dan Islam, serta warga negara Spanyol dan Maroko. Tidak sedikit pula pekerja lintas batas yang sehari-hari beraktivitas di sana. Selama bertahun-tahun, berbagai kelompok ini hidup berdampingan secara relatif harmonis.

Meskipun demikian, Maroko tidak pernah secara resmi mengakui Ceuta dan Melilla sebagai bagian integral dari wilayah Spanyol. Pemerintah Maroko secara konsisten menyebut kedua wilayah tersebut sebagai daerah yang masih dalam pendudukan.

Dengan populasi mencapai sekitar 85.000 jiwa, Ceuta beberapa kali menjadi pusat ketegangan diplomatik antara Madrid dan Rabat. Pada Mei 2021, pemerintah Maroko melonggarkan pengawasan di perbatasan, memungkinkan sekitar 8.000 orang dari Maroko dan negara-negara Afrika Sub-Sahara untuk memasuki Ceuta hanya dalam waktu dua hari.

Ikut berdiskusi